Optimis Pandemi Berakhir, AH Ajak Umat Terus Amalkan Ajaran Islam

- Periklanan -

PALU – Umat muslim di seluruh dunia, tahun ini kembali merayakan Hari Raya Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Tidak terkecuali di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu. Adanya pandemi ini, diharapkan semakin meningkatkan ketaqwaan umat muslim tidak hanya di saat bulan Ramadan saja.

Dengan terus bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan melakukan Revolusi mental, maka badai pandemi ini, diharapkan bisa terlewati. Hal ini menjadi penekanan H Anwar Hafid (AH), saat menjadi Khatib Salat Ied di Masjid Raya Baturrahim Palu, yang kini untuk sementara menjadi Masjid Agung Palu. Disampaikan anggota DPR RI ini bahwa, banyak cobaan yang kini tengah melanda dunia, salah satunya pandemi Covid-19, namun hal itu jangan sampai melunturkan kadar keimanan sebagai umat muslim.

“Ramadan tahun lalu, kita benar-benar diuji, karena tidak bisa tarawih dan salat id di masjid maupun lapangan, namun kini mulai bisa kembali salat berjamaah dan saatnya kita bangkit menata kehidupan spiritual, kehidupan ekonomi dan kehidupan pemerintahan,” sebut Anwar, Kamis (13/5/2021).

Di tengah pandemi yang belum berakhir ini, dia meminta agar umat muslim memaknai pelajaran dari Ramadan dengan revolusi mental. Pertama yakni tetap tawadhu atau rendah hati, pemerintah rendah hati kepada rakyatnya, sebaliknya rakyat juga lebih menghormati pemerintah. Kemudian amanah, di mana setiap masyarakat adalah pemimpin di keluarganya, yang harus selalu dapat dipercaya, perkataan maupun perbuatannya.

“Revolusi mental berikutnya yang harus ditanamkan, yakni selalu bersifat qonaah atau rela menerima apa yang diberikan oleh Allah SWT. Sehingga adanya pandemi ini tidak membuat kita menjadi stress juga tetap menjaga diri dari berbuat dosa,” terang anggota Komisi II DPR RI ini.

- Periklanan -

Mantan Bupati Morowali dua periode ini juga menyampaikan, juga terpenting agar pandemi bisa terlewati, dengan tetap berjamaah, yang harus menjadi spirit membangun bangsa dan Negara kedepan sera menjadi masyarakat yang quraniah.

Kedepan, mengaji bagi umat muslim, jangan hanya dilakukan saat Ramadan saja, namun setiap saat. Tidak hanya membaca namun juga mengamalkan apa-apa saja yang terkandung dalam alquran.

“Sekarang pertanyaannya apakah kita setiap muslim sudah punya alquran di rumah? Handphone saja seluruh anggota keluarga bisa punya, namun ada umat muslim dalam satu rumah hanya miliki satu alquran. Anak-anak kita harus ditanamkan kecintaan terhadap alquran,” papar Anwar Hafid.

Idul Fitri setelah ibadah puasa sebulan penuh ini, menjadi momentum Indonesia bangkit dari pandemi, jika pelajaran yang didapat selama Ramadan bisa terus diamalkan di kehidupan sehari-hari.

“Saya optimis pandemi ini bisa berakhir, jika seluruh umat muslim bisa terus mempedomani apa yang kita lakukan saat Ramadan. Allah SWT dalam alquran sudah menerangkan, kalau penduduk bumi beriman dan bertakwa kepadanya maka akan diturunkan berkan, namun sebaliknya kita ingkar terhadap alquran maka akan disiksa sesuai amal perbuatan mereka,” tandasnya.

Untuk diketahui, Anwar Hafid bukan kali pertama menjadi khatib di Masjid Raya Baiturrahim Palu. Sebelumnya pada salat jumat beberapa waktu lalu dan pelaksanaan salat tarawih, Anwar kerap ditunjuk pengurus masjid menjadi khatib atau membawakan ceramah di masjid tersebut. (agg/adv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.