Operator Seluler Kurang Gencar Sosialisasi Registrasi Ulang

- Periklanan -

PALU – Terhitung hari ini, seluruh kartu SIM masyarakat yang belum melakukan registrasi ulang, secara serentak telah dilakukan pemblokiran. Namun sayangnya, banyak warga yang merasa kurang tersosialisasi dengan baik terkait kebijakan pemerintah pusat ini. Baik itu dari operator layanan maupun dari pihak Kominfo.

Ilustrasi (@daenk/Radar Sulteng)

Ini terbukti saat media ini berselancar ke sejumlah grup media sosial seperti facebook. Banyak pertanyaan dari warga terkait cara registrasi ulang nomor kartu SIM. Banyak pula warga yang bertanya, ketika sudah melakukan registrasi namun tidak juga diterima oleh provider, dengan balasan NIK dan KK belum terdaftar.

Menurut salah seorang warga, Diana, sosialisasi yang harusnya dilakukan operator, belum maksimal. Terbukti masih banyaknya warga yang bertanya-tanya bagaimana cara melakukan registrasi ulang kartu sim. “Kayaknya sosialisasi yang kurang, harusnya operator sering-sering kirimkan sms terkait registrasi ini. Jangan hanya sekali-dua kali. Saya lihat operator kurang gencar menyosialisasikan ini. Harusnya kan setiap hari bisa diingatkan pelanggan, lewat SMS. Dari pada SMS promo terus yang masuk ke pelanggan, mending itu saja,” kritik Diana.

Dikonfirmasi terpisah, pihak operator, dalam hal ini Supervisor Loyalti Customer Telkomsel Branch Palu, Dono mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar masyarakat mengetahui dan melakukan registrasi ulang kartu SIM melalui ponselnya masing-masing. Baik melalui broadcast SMS, iklan di sosial media dan petugas yang informasikan langsung, sudah dilakukan. “Jadi kadang pelanggan ini tidak terlalu menghiraukan status nomor sudah teregistrasi atau belum, apalagi pelanggan yang di luar kota yang mungkin untuk datang ke telkomsel agak jauh dan mungkin informasi yang minim di daerah situ, jadi kami yang hubungi,” ungkapnya.

Namun kenyataannya, dari data jumlah pelanggan Telkomsel sebanyak 2.400.000 se Sulawesi Tengah, tercatat baru 1.000.000 pelanggan yang melakukan registrasi ulang kartu SIM, per tanggal 25 Februari. Memang diakui Doni, pihaknya tidak bisa melakukan penyampaian atau sosialisasi melalui broadcast SMS sekaligus bersamaan, karena kapasitas sistem yang terbatas. Untuk 6 wilayah khusus Sulawesi perharinya dibatasi sebanyak 1.500.000 nomor, baik pemberitahuan registrasi kembali kartu prabayar maupun promo telkomsel lainnya. “Jadi tidak bisa satukali di broadcast, karena kapasitas layanan broadcast SMS yang ada di regional itukan di Makassar, terbatas, sehingga hanya satu juta lebih itu yang bisa,” tuturnya.

Terkait seringya terjadi masalah pada nomor Kartu Keluarga (KK) saat melakukan registrasi, pihak Telkomsel memberikan solusi dengan menyediakan hotline 0811452929 yang bisa dihubungi melalui sms atau WA untuk pelanggan yang terkendala kesalahan nomor KK, pelanggan tinggal mengirim nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan nomor telepon miliknya ke nomor hotline tersebut, sisanya pihak Telkomsel yang akan mencari data nomor KK pelanggan.

- Periklanan -

“Kita harus mencari nomor KK itu dengan menggunakan nomor KTPnya, dan tadi pagi per jam 10 itu sudah ribuan, jadi itu upaya kami, jadi kalaupun nanti pertanggal 28 masih ada yang belum sempat registrasi kartu, tidak usah khawatir, karena masih ada satu bulan sampai bulan Maret untuk khusus registrasinya,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, untuk satu nomor KTP bisa berlaku untuk 3 simcard registrasi, namun untuk KK tidak terbatas karena dalam satu KK kemungkinan memiliki banyak anggota keluarga.

Sementara itu, pihak Dinas Kominfo Kota Palu, registrasi ulang kartu SIM  ini sangat banyak manfaatnya. Salah satunya, menghindari penyalahgunaan kartu SIM oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab, seperti penyebaran Hoax maupun penipuan lewat ponsel.

“Kan saat ini banyak sekali berita-berita hoax yang beredar, penipuan maupun penipuan pedagan-pedagang online, jadi untuk itu makanya diadakan kembali registrasi kartu sesuai data dari NIK dan Kartu Keluarga guna menghindari penipuan dan pernyebaran informasi yang tidak benar,”tutur Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi Kominfo Kota Palu, Weni.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Ichsan Hamsah menjelaskan,  pengguna kartu yang tidak meregistrasi kembali hingga 28 Februari, maka akan dikenakan sanksi secara bertahap. Tahap pertama SMS dan telepon keluar akan diblokir namun masih dapat menirama panggilan ataupun SMS masuk.

Tahap kedua Sanksinya ditambah, jadi tidak bisa terima SMS ataupun telepon keluar hingga dengan batas registrasi 30 Maret 2018,namun masih bisa internetan. Sedangkan tahap ke tiga, pemblokiran total dilakukan bila hingga tanggal 29 April mendatang registrasi ulang belum juga dilakukan.

“Mengisi data registrasi dengan NIK dan nomor Kartu Keluarga orang lain tanpa izin adalah tindakan tidak sah juga dapat dikategorikan sebagai tindakan kriminal,” tegasnya. (cr6/cr9)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.