Operasi Tinombala Serap Anggaran Besar

Dilakukan Evaluasi, Diganti Madago Raya

- Periklanan -

JAKARTA – Dua operasi yang dilakukan Polri sedang dioptimalkan. Operasi Nemangkawi di Papua dan Operasi Tinombala dinilai menyerap anggaran yang besar. Karenanya diharapkan untuk dilakukan evaluasi agar operasi lebih berhasil.

Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Imam Sugianto mengatakan, Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Papua diharapkan memberikan perhatian khusus terhadap operasi di wilayahnya. Hal itu dikarenakan operasi Nemangkawi dan Tinombala menyerap anggaran yang besar. ”Rekan kapolda senior, Kapolda Sulteng dan Papua ini menyerap biaya yang cukup tinggi,” terangnya dalam Rapim Polri di Rupatama Mabes Polri.

Karena itulah dibutuhkan evaluasi terhadap kedua operasi tersebut. Dia menuturkan, evaluasi itu terkait apa yang telah berhasil dicapai dalam kedua operasi. ”Bila hasil operasi tidak maksimal, tentunya kapolda harus melakukan terobosan,” jelasnya.

Bahkan, perubahan-perubahan yang radikal kalau perlu dilakukan. Dia mengingatkan bahwa kedua operasi itu seharusnya targetnya selesai 2020. Namun begitu, diharapkan pada 2021 kedua operasi ini tergetnya tercapai. ”Targetnya itu,” terangnya.

- Periklanan -

Selain itu, Operasi Tinomba saat ini juga telah diubah nama sandinya menjadi Operasi Madago Raya. Dalam presentasi Asops diketahui Madago Raya merupakan bahasa Poso yang berarti baik hati dan dekat dengan masyarakat. ”Tidak ada lagi Operasi Tiombala, tapi Madago Raya. Mohon disosialisasikan,” ujarnya.

Dia mengatakan, pergantian nama sandi tersebut berlaku sejak 1 Januri 2020. Yang pada tahap perama akan berjalan selama tiga bulan. ”Akan diperpanjang hingga semua jaringan teroris MIT tertangkap,” urainya.

Diketahui, Operasi Tinombala sudah berlangsung bertahun-tahun. Prestasi terbaiknya adalah melumpuhkan pimpinan MIT Santoso. Namun, kemudian belum juga mampu untuk menangkap semua jaringan MIT, yang kini dipimpin Ali Kalora.

Untuk Operasi Nemangkawi merupakan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB). Berulang kali anggota KKB tertangkap, bahkan hingga pemasok senjata dan amunisinya. Namun, hingga saat ini KKB masih aktif, pimpinan-pimpinan KKB masih dalam pengejaran. (idr/jpg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.