Operasi Pasar Elpiji, Anak-Anak Pun Ikut Antri

- Periklanan -

Operasi Pasar yang di gelar di wilayah Kecamatan Tatanga, Selasa (14/3). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Bukan hanya orang tua yang rela panas-panasan mengantri demi mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg pada Operasi Pasar (OP), Selasa (14/3). Misalnya dari pantauan Radar Sulteng di OP yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Tatanga, sejumlah anak kecil juga terlihat di deretan antrean sambil menenteng tabung gas yang biasa juga di sebut si melon itu.

Memanfaatkan anak kecil salah satu trik warga untuk mendapatkan elpiji lebih dari satu, apalagi agen hanya mewajibkan setiap warga menukar satu tabung dengan harga Rp 16 ribu. Selain itu, trik warga yang lain adalah beralasan bahwa tabung gas hasil titipan dari tetangga. Tapi, adapula warga yang bersyukur meskipun hanya mendapatkan satu tabung gas.

“Kami mendapat dua LO yang berlangsung di Kecamatan Tatanga dan Palu Selatan pada operasi pasar kali ini,” kata Direktur PT Firmada Akui Utama selaku agen yang menggelar OP, Munirah kepada Radar Sulteng, ditemui di OP pada Kantor Kecamatan Tatanga.

Munirah mengatakan setiap warga hanya diwajibkan membeli satu tabung saja karena untuk mencegah banyaknya pengecer yang mengambil keuntungan di luar sana. “Ada yang naik motor bawah sampai empat tabung, kita hanya batasi supaya mereka (pengecer, red) tidak meraih kesempatan lagi. Kita prioritaskan untuk masyarakat,” tambah Munirah.

- Periklanan -

Menggelar OP di dua wilayah kecamatan ini Munirah menyebutkan, mendapat kebagian dua Loading Order (LO) dari Pertamina dengan satu LO berisi 560 tabung gas elpiji 3 kg.

Menurut Munirah, kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilo gram beberapa hari terakhir dikarenakan terjadi antrean pada Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

“SPBE di Kota Palu juga melayani pengisian dari luar daerah, sehingga ada penumpukan dan kita terganggu dengan kondisi ini,” sebutnya.

Meskipun OP di gelar, ada juga masyarakat yang terlambat datang, sehingga tidak kebagian tabung gas elpiji 3 kg. Misalnya H Bahar, warga di Jalan Manggis ini harus merasakan kekecewaan.

“Lambat datang, gasnya sudah habis. Padahal dari pagi (kemarin, red) tadi sudah putar-putar mencari, tapi tidak ada ketemu,” kata Bahar sambil menghidupkan sepeda motornya meninggalkan halaman Kantor Kecamatan Tatanga. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.