One Asia Foundation Tebar Beasiswa di Untad

- Periklanan -

Dekan FKIP Untad Dr Lukman Nadjamudin (kiri) mengapit Prof Karim Suryadi (tengah) sebagai pemateri kuliah umum, dan moderator Dr Sunaryo Amus. (Foto:Muchsn Sirajudin)

PALU-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad) Palu, yang bekerja sama dengan One Asia Foundation menggelar kegiatan kuliah umum (general lecture series) bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah kajian Asia, dengan menghadirkan Prof Dr H Karim Suryadi MSi. Kuliah umum ini berlangsung di Conference Room gedung IT Center Untad, Jumat (29/9).

Dalam sambutan kuliah umumnya, Rektor Untad Prof Dr Ir Moh Basir Cio MS SE diwakili Dekan FKIP Dr Lukman Nadjamudin MHum, menyampaikan One Asia Foundation merupakan organisasi nirlaba yang berdiri 2003. Awalnya hanya beranggotakan empat negara yakni Jepang, Korea, Mongol, dan China. Hingga sekarang semakin bertambah dan sudah lebih 100 perguruan tinggi di Asia yang sudah mengikuti penyelenggaraan kuliah yang digelar One Asia Foundatioan.

“Pada tahun 2006 tema kuliah di Universitas Tadulako Asian Development Community, diikuti oleh hampir 200 mahasiswa perwakilan 11 fakultas di Universitas Tadulako. Di antaranya 20 mahasiswa telah diberikan beasiswa oleh Presiden One Asia Foundation Mr Yoji Sato saat menutup kuliah tahun pertama. Tahun ini jumlah pesertanya bertambah menjadi 300 mahasiswa,“ papar Dekan FKIP Lukman Nadjamudin.

- Periklanan -

Karena itu, One Asia Foundation akan memilih 20 mahasiswa terbaik untuk mendapatkan beasiswa. “Sebanyak 20 mahasiswa terbaik yang mengikuti mata kuliah kajian Asia akan mendapatkan beasiswa dari One Asia Foundation yang pembayarannya dalam bentuk Dollar,“ terang Dekan.

Dijelaskannya lagi, tahun ini One Asia Foundation Universitas Tadulako mengusung tema “Education of Asian Community, Creating Great Indonesia and Harmony Global”. Tema ini dimaksudkan untuk memberikan pencerahan kepada mahasiswa bahwa kemajuan negara-negara di kawasan Asia yang begitu spektakuler berawal dari kepedulian dan komitmen untuk membangun sumber daya melalui penguatan pendidikan. “Kuliah ini akan dikemas dalam 14 kali tatap muka yang akan menghadirkan sejumlah dosen dari perguruan tinggi luar negeri dan dalam negeri, yang tergabung dalam One Asia Foundation. Dua diantaranya, dalam waktu dekat akan datang dari Rusia dan Korea Selatan, sudah menyatakan kesiapannya untuk membawa materinya di sini, “ ujarnya.

Pada kesempatan kuliah umum kemarin, Prof Dr H Karim Suryadi MSi dari Universitas Pendidikan Indonesia mengulas secara akurat pembumian Pancasila di Indonesia, dengan gaya yang lugas dan muda dicerna para mahasiswa. Filosofi bangsa dijelaskan secara detail, untuk mendongkrak pemahaman kebangsaan Indonesia. “Di Indonesia justru lebih menonjol visi teknisnya dari pada etiknya, dalam memahami bernegara kita,“ beber Prof Karim Suryadi, yang menyelipkan cerita-cerita bestseller novel dan buku dunia, untuk memahami politik dan negara.

Dosen ahli Komunikasi Politik itu, memaparkan konsep-konsep tentang doktrinal Pancasila, bahwa hal itu tidak sama dengan cerita Rama dan Sinta, ada pergulatan dan sudut pandang berbeda yang persepsinya harus ditautkan. Perekatnya adalah loyalitas kepada negara.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.