Ombudsman Temukan Sejumlah Masalah di UNBK SMK Palu

- Periklanan -

Suasana hari pertama UNBK SMK di Kota Palu, Senin (4/3). (Foto:Mugni Supardi)

PALU – Sesuai hasil monitoring dan evaluasi Ombudsman RI perwakilan Sulawesi Tengah pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK di Kota Palu 3-6 April, menemukan banyak masalah.

Asisten Bidang Penyelesaian Laporan Ombudsman RI perwakilan Sulteng, Nasrun mengatakan, pelaksanaan UNBK tingkat SMK pekan lalu banyak masalah terjadi di lapangan. Dimulai pada hari pertama ujian, yakni paket soal Bahasa Indonesia yang ada beberapa nomor soalnya tidak sesuai dengan pilihan jawaban. Juga terdapat sekolah yang menunda ujian karena gangguan server.

“Lebih parahnya yang kami temukan pada hari keempat pelaksanaan UNBK. Khususnya soal jurusan Rangkaian Perangkat Lunak (RPL) hanya terdapat 10 nomor, yang seharusnya 50 nomor. Pada jurusan Pertanian juga demikian, tidak ada soal yang muncul satu pun saat pelaksanaan UNBK,” ungkap Nasrun di kantornya, Kamis  (13/4).

Nasrun menambahkan, pihaknya turun langsung ke beberapa SMK di Palu. Masalah lainnya yang terjadi pada hari keempat UNBK, yakni pada teori kejuruan.  Karena baru tahun ini diadakan UNBK untuk teori kejuruan. Di mana pada tahun sebelumnya, UNBK hanya dilaksanakan selama 3 hari. Hari keempat ujian teori kejuruan hanya dilakukan ujian tulis.

- Periklanan -

“Menurut kami, karena se-Indonesia ada 128 jurusan, jadi tentu itu akan menyulitkan dalam pembuatan soalnya. Apalagi ini baru pertama teori kejuruan di UNBK-kan,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, berdasarkan hasil pemantauan tim Ombudsman RI perwakilan Sulteng yang dibagi menjadi 3 tim untuk memantau tiap-tiap sekolah di Kota Palu, Ombudsman menilai masih ada pengawas yang kurang disiplin selama pelaksanaan UNBK. Ada beberapa yang ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pengawas.

“Kami melihat masih ada beberapa pengawas yang menggunakan handphone di dalam ruangan. Sesuai aturan sebenarnya tidak boleh. Jika bagian teknisi itu masih dibolehkan, karena untuk kepentingan koordinasi. Kami berikan teguran melalui kepala sekolah,” ujar Nasrun.

Sementara untuk hasil pemantauan UNBK di tingkat SMA yang dilaksanakan pada 10-13 April barusan, Ombudsman belum melakukan rekapitulasi data. Sehingga belum ada informasi masalah-masalah mengenai UNBK tingkat SMA di Kota Palu.

“Kalau untuk SMA, masalahnya kemungkinan hanya masalah kecil, yang tidak membuat siswa ujian susulan. Seperti saat mata pelajaran Matematika, ada beberapa jawaban yang tidak bisa di-klik dengan mouse. Tapi ternyata di-klik menggunakan keyboard bisa,” ujar Nasrun. (cr9)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.