Ombudsman Sebut Pengelola PLTU Panau Penjahat Lingkungan

- Periklanan -

Limbah hasil pembakaran batu bara di PLTU Panau dibuang di dekat aliran sungai dan pantai di sekitar PLTU. (Foto: Syafrudin)
Sofyajn Farid Lembah

PALU-Kepala Perwakilan Ombudsman Sulteng, H Sofyan Farid Lembah SH dengan tegas menyatakan bahwa PT Pusaka Jaya Palu Power (PJPP) selaku pengelola PLTU Panau sebagai penjahat lingkungan.

Hal itu kata dia, didasarkan pada adanya kesengajaan membuang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke media terbuka. Bahkan lokasi pembuangan limbah juga dinilai sangat membahayakan seluruh warga di Kota Palu karena tepat berada di tepi sungai yang airnya mengalir hingga ke laut.

“Persoalan PLTU ini, sebetulnya, disoal limbah. Limbah yang tidak terkelola selama 10 tahun lebih, maka mereka itu adalah para penjahat lingkungan, dan sudah dipidana,” tegas Sofyan Farid Lembah ditemui usai mengisi seminar sehari yang dilaksanakan PGRI Sulteng di Gedung LPMP, Jalan Dr Soetomo, kemarin (21/12).

“Pengelolaan limbah PLTU Panau ini tidak jelas. Jujur saja, itu dibuang ke laut,” tambahnya.

- Periklanan -

Ditegaskannya juga, bahwa saat ini Teluk Palu sudah tercemar. Sehingga kata dia, seluruh penduduk Kota Palu, saat ini sedang terancam dengan adanya pencemaran limbah.

“Ini mengingatkan kita dengan kasus Minamata yang terjadi di Jepang,” sebutnya.

Terkait dengan administrasi PLTU Panau, Sofyan mengatakan sudah dapat dipastikan ada kesalahan yang dilakukan. Hal itu lanjutnya dengan keluarnya putusan pengadilan yang memutuskan pihak PLTU bersalah.

“Artinya apa, bukan hanya persoalan limbah. Artinya ada persoalan administrasi yang sebelumnya, tidak dilaksanakan oleh PLTU,” imbuhnya.

Sofyan mengatakan, jika pengelola PLTU Panau tidak mengelola limbah dengan baik. Maka pilihannya sesuai keinginan masyarakat, PLTU Panau harus tutup.

“Sesuai dengan kehendak masyarakat waktu pertemuan dengan Ombudsman waktu di kantor Camat, menginginkan PLTU itu ditutup. Kami pada prinsipnya mengiyakan keinginan itu apabila limbah itu, tidak terkelola dengan baik. Pihak PLN juga perlu untuk mengajak kami diskusi untuk memikirkan soal penutupan itu. Sebab sampai hari ini, belum ada jalan keluar untuk pasokan listrik untuk kota Palu terutama Palu Timur sampai ke pantai barat,” demikian jelas Sofyan. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.