Okupansi Hotel dan Restoran Diprediksi Lebih Baik di 2021

- Periklanan -

PALU – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulteng merasa optimis okupansi hotel dan restoran di tahun 2021 lebih baik dari 2020. Terlebih dengan adanya Sertifikasi Clean, Health, Safety, dan Environment (CHSE), dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

Ketua PHRI Sulteng Ferry Taula mengatakan, bagi PHRI Sulteng di 2021 selalu ada harapan, karena harapan adalah semacam bahan bakar bagi kehidupan.

“Kami optimis di 2021 perhotelan dan restoran akan berkembang dan banyak pengunjung yang datang, lebih banyak dari 2020. Karena pemerintah telah melakukan berbagai upaya salah satunya vaksin Covid-19,” tuturnya.

Penerapan prokes 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak diharapkannya bisa menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. Prokes 3M yang efektif akan menimbulkan rasa aman, sehingga meningkatkan mobilitas masyarakat.
“Mobilitas yang tinggi tentu meningkatkan kebutuhan akomodasi dan konsumsi,” sebut Ferry.

- Periklanan -

Apalagi dengan adanya CHSE atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan oleh Kemenparekraf, bagi industri pariwisata khususnya hotel dan restoran juga sangat membantu pemulihan sektor pariwisata.

“Untuk Sulteng di tahun 2020 mendapat kuota 14 sertifikasi, yang dilakukan oleh 3 lembaga auditor independen terakreditasi yang diseleksi oleh Kemenparekraf,” jelas Ferry.

Ferry menjelaskan, sertifikasi CHSE ini meningkatkan kepercayaan calon tamu atau wisatawan terhadap hotel dan restoran.
Kepercayaan yang tinggi akan menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara.

Peningkatan pelayanan hotel dan restoran yang sesuai prokes 3M atau bahkan standar CHSE, akan membantu pemulihan okupansi hotel dan restoran itu sendiri. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.