Oknum Satker SNVT Sulteng Diduga Hambat Rehab Rekon Huntap Sulteng

- Periklanan -

PALU-Relawan Pasigala bencana Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), yang juga Ketua Dewan Perlindungan Hukum dan Hak Asasi Manusia Forum Pemuda Kaili Bangkit (FPK-B) Sulteng, Moh. Raslin, semakin menunjukkan eksistensinya melakukan terobosan dengan berbagai upaya investigasi independen kepada para pemangku kepentingan di kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab dan rekon) pasca bencana Sulteng.

Tidak tanggung-tanggung, kali ini dia menyambangi dan menemui Otoritas PT. Waskita Karya Willy dan Syarifuddin di kantornya, di jalan Tangkasi Birobuli Selatan guna membahas dan mencari solusi terhadap sejumlah polemik permasalahan yang ditemuinya, sehubungan dengan mangkraknya pembangunan hunian tetap (huntap) yang ditangani oleh BUMN Waskita Karya di beberapa titik lokasi, seperti di Loli Tasiburi, Loli Pesua Kabupaten Donggala, dan Desa Pombewe Kabupaten Sigi.

Investigasi tersebut membahas beberapa point penting, salah satu diantaranya berkaitan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna memperdayakan warga terdampak bencana Sulteng ditengah situasi ekonomi semakin memburuk akibat pandemik Covid-19.

Relawan Pasigala Moh. Raslin kembali menyoroti kinerja dari Kepala Satker Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Sulteng, berinisial RA. “ Oknum pemangku kepentingan tersebut sangat susah ditemui dan terkesan sangat tertutup, “ keluh Raslin.

Demikian pula, beberapa kali media ini mencoba melakukan upaya konfirmasi melalui telepon dan via WhatsAap (WA) namun oknum tersebut justru memblokir panggilan. Demikian pula dengan Kalak Satgas Rehab Rekon pasca bencana Sulteng Prof. Dr. Arie Setiadi Moerwanto. Enggan mengubris konfirmasi media ini, meski sudah dikirimkan daftar pertanyaan untuk konfirmasi, namun lagi-lagi tidak ditanggapi.

“ Diduga kuat bahwa aktor intelektual atas mangkraknya sejumlah pembangunan huntap di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala (Pasigala) bersumber dari oknum ini, “ tutur Raslin menduga.

Menurutnya, oknum Kasatker SNVT tersebut secara terang-terangan telah menghianati amanah dan pesan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu yang lalu.

Seperti kita ketahui amanah Presiden Jokwi, bahwa Point pertama SNVT didaerah dlm melaksanakan proyek pembangunan perumahan daerah diharapkan dapat mengutamakan Kontraktor lokal. Kedua, kalaupun kontraktor nasional yang menang maka diharapkan dapat memberikan kesempatan agar subkontraktor atau vendornya adalah kontraktor lokal.

Ketiga, mengupayakan agar konten atau bahan baku lokal dapat dipakai semaksimal mungkin, pada rumah-rumah warga di daerah bisa berasal dari daerah itu sendiri.

“Terhadap kontrak yang dilaksanakan dapat menggandeng Kontraktor local, dan bahan bakunya lokal sehingga peredaran uang di daerah bukan hanya dari pusat saja tapi juga merata ke seluruh wilayah. Beri kesempatan bagi pengusaha daerah untuk menggunakan hasil produksinya, ” terang Ristyan, Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan atau Biro Komunikasi Publik.

- Periklanan -

Dikatakan Raslin lagi, ulah dari oknum Kasatker SNVT tersebut telah membuat sejumlah Aplikator lokal mati suri. Seperti PT. Labuan Putra Corporation milik Husen Andi Nawi, dan PT. Nusa Hamparan Abadi milik Ahmad Syakib Jawas.

Raslin yang juga Legal Officer dan Humas dari kedua perusahaan lokal tersebut geram.

“Betapa tidak. Kami telah kehilangan sekitar 200 orang pekerja lokal dan workhsop kami tertutup. Akibatnya, ratusan juta dana segar telah kami investasikan untuk pemberdayaan warga terdampak dengan harapan dapat diikutsertakan berpartisipasi membangun daerah kami sendiri. Namun pada kenyataannya oknum Kasatker SNVT tersebut telah menghianati amanah dan pesan Presiden Ri Jokowi untuk memperdayakan kontraktor lokal, “ bebernya.

Realitas di lapangan, tambahnya, hampir semua kontraktor luar daerah yang dipekerjakan bahkan Kasatker tersebut melarang menyuplai bahan baku lokal seperti atap, canal kusen dan pintu harus didatangkan dari Surabaya.

“Ada apa dengan skenario ini pak Menteri. Ada apa gerangan dengan dugaan konspirasi oleh pemangku kepentingan ini pak Presiden, “ tanya Raslin lagi, berharap Menteri PUPR dan Presiden memperhatikan kasus ini.

Relawan Pasigala bencana Sulteng, Moh. Raslin berharap keluh kesahnya itu mewakili segenap warga terdampak di Sulteng, kiranya Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dapat memberi ruang kepada pengusaha lokal untuk membangun daerah, serta mencopot oknum Kasatker SN-VT dari jabatannya dan menggantikanya dengan orang yang bisa mengemban amanah.

“Kami sudah geram dan resah dengan ulah oknum ini, menyusahkan penyintas dan pengusaha akar rumput, “ tegas Raslin.

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membentuk Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Bidang Perumahan di seluruh Provinsi di Indonesia. Adanya SNVT Bidang Perumahan diharapkan akan mempercepat program serta pengawasan pembangunan rumah untuk masyarakat dan meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Tahun 2016 silam Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan telah membentuk dan memiliki SNVT. Melalui pembentukan SNVT ini dapat diharapkan seluruh pelaksanaan program perumahan di Indonesia akan semakin cepat dan baik serta meningkatkan koordinasi antara pusat dan daerah.

Sebagai implementasi dari reformasi birokrasi Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR tidak lagi menganut program yang bersifat sentralisasi dimana seluruh program dilaksanakan dari pusat saja. Namun demikian, adanya pelantikan SNVT yang berjumlah sekitar 196 orang yang nama-namanya diusulkan dari para Gubernur serta Kepala Dinas dari seluruh provinsi di Indonesia diharapkan bisa mendorong pelaksanaan program perumahan di daerah.

Diharapkan dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik di lapangan. SNVT yang memang berasal dari daerah dan akan berkantor di daerah maka peningkatan kualitas terhadap pelaksanaan Program Sejuta Rumah akan semakin tinggi.(*/mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.