Oknum Pejabat Bappeda Parimo Tipu Kades

- Periklanan -

Ilustrasi (@metrosiantar.com)

PARIMO – Aksi penipuan dengan mengatasnamakan pejabat atau instansi kembali terjadi di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Aksi penipuan kali dilakukan oleh seseorang yang mengatasnamakan pejabat dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda dan PPD) Kabupaten Parimo.

Korbannya adalah beberapa Kepala Desa (Kades) di wilayah Kabupaten Parimo. Aksi penipuan tersebut diungkapkan oleh Kepala Bappeda dan PPD Parimo, Ardi Kadir SPd MM, setelah menerima telepon dari beberapa Kades, Selasa (31/1).

Berdasarkan pengakuan beberapa Kades tersebut kata Ardi, modus penipuan dilakukan dengan cara menginformasikan kepada Kades tentang adanya bantuan dana dari Bappeda dan PPD untuk sejumlah desa yang jumlahnya ratusan juta rupiah perdesa. Kades diminta untuk melengkapi berkas dan diminta mentransfer uang sejumlah Rp 5 juta ke rekening yang disebutkan oleh sang penipu.

“Ada Kades dari wilayah Kecamatan Ampibabo yang menelepon saya tadi (kemarin, red). Kades tersebut mengaku sudah mentransfer uang Rp 5 juta ke rekening yang disebutkan oleh si penipu yang mengaku pejabat dari Bappeda. Saya sudah sampaikan kepada beberapa Kades informasi soal adanya bantuan dari Bappeda untuk desa tersebut tidak benar. Itu penipuan,”ujar Ardi, usai menerima pengaduan dari salah satu Kades.

- Periklanan -

Namun kata Ardi ada juga beberapa Kades tidak tertipu karena mengecek kebenaran informasi tersebut kepada dirinya. Ardi meminta kepada para Kades atau pihak lain untuk berhati-hati terhadap penipuan yang dilakukan oleh oknum tertentu dengan mengatanakan pejabat Bappeda atau pejabat dari SKPD lain mengingat akhir-akhir makin marak terjadi aksi penipuan dengan berbagai modus. Ardi juga memberikan nomor ponsel si penipu yang diterima dari beberapa kades dengan nomor 08125819622.

Mantan Kepala Bappeda yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo, Adrudin Nur SPd MSi mengatakan, aksi penipuan dengan mengatasnamakan Bappeda juga pernah terjadi tahun lalu ketika dirinya masih menjabat sebagai Kepala Bappeda. Korbannya kata Adrudin adalah Kades Sumbersari Kecamatan Parigi Selatan yang tertipu sebesar Rp 60 juta.

“Kades Sumbersari pernah jadi korban penipuan serupa. Ada seeorang yang mengaku dari Bappeda meminta transfer uang sebesar Rp 60 juta untuk biaya administrasi karena akan ada bantuan sebesar Rp 750 juta akan diberikan ke desa tersebut,”ujar Adrudin.

Radar Sulteng sempat mengontak nomor ponsel si penipu tersebut. Radar Sulteng berpura-pura mengaku sebagai salah satu Kades di wilayah Parimo yang juga ingin mendapatkan bantuan dari Bappeda. “ Ini Kades dimana, siapa namanya, dapat telepon saya dari mana, ”ujarnya penuh selidik dibalik ponsel.

Radar Sulteng berusaha meyakinkan yang bersangkutan agar percaya yang meneleponnya benar adalah salah satu Kades. Namun mungkin karena curiga, si penipu tersebut buru-buru membantah informasi soal bantuan itu.

“Itu tidak benar. Tidak ada bantuan seperti itu dari Bappeda. Sudah ya, saya mau rapat,”jelasnya langsung menutup telepon.(aji)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.