Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Oknum KPPS di Kulawi Diduga Lakukan Kecurangan

SIGI – Dugaan kecurangan Pemilu 2019 khususnya dalam pemilihan legislatif (Pileg) di Kabupaten Sigi, dilaporkan ke Bawaslu Sigi. Kecurangan yang dimaksud, yakni temuan adanya indikasi pemalsuan tanda tangan annggota KPPS pada dokumen salinan form C1 plano di 2 TPS yang ada di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.

Hal ini sebagaimana temuan dari Komunitas Masyarakat Cinta Demokrasi pada 1 Mei yang lalu. Ada dua TPS di Kecamatan Kulawi, masing-masing TPS 3, Desa Rantewulu dan TPS 4 Desa Towulu, mengindikasikan kecurangan dalam proses penghitungan suara.

Indikasi pertama, menurut Ketua Komunitas Masyarakat Cinta Demokrasi, Ronal Abdula, DI TPS 3 Desa Rantewulu, dalam setiap lembar salinann form C1 Plano hasil perhitungan suara Caleg DPRD Sigi, tidak ada satupun saksi yang menandatangani. Kemudian dalam kolom tandatangan petugas KPPS di salinan form C1, terdapat 40 tanda tangan yang berbeda-beda tanpa menuliskan nama-nama anggota KPPS. Padahal anggota KPPS hanya berjumlah 7 orang. “Kami juga menemukan kesamaan tanda tangan antara ketua dan anggota 2 di lembar 1 C1 Plano untuk DPRD Kabupaten di TPS tersebut. Kami pun menduga telah dilakukan rekayasa yang dilakukan kurang dari tiga orang,” jelas Ronal.

Kemudian di TPS 4 Desa Towulu, temuan yang sama juga didapati, di mana di salinan form C1 Plano sama sekali tidak ditandatangani oleh para saksi-saksi dari partai. Yang berbeda, pada salinan form C1 di TPS tersebut, tidak semua anggota KPPS menandatangani lembar salinan form C1, yang dituliskan hanya nama dari semua anggota KPPS. “Kami pun menduga yang menuliskan form C1 dilakukan oleh 1 orang atau 3 orang, karena terdapat kesamaan huruf dan penulisan nama-nama semua anggota KPPS,” terang Ronal.

Temuan dari dua TPS itu, kata dia, mengindikasikan bahwa, memang ada dugaan kecurangan, sekaligus pemalsuan dokumen salinan C1 Plano untuk TPS III Desa Ranteluwu dan TPS 4 Desa Towulu, yang mana seharusnya apa yang tertulis di salinan C1 Plano itu sama dengan form C1 plano asli. Temuan ini pun, langsung dilaporkan ke Bawaslu Sigi, pada Jumat 3 Mei lalu, ditandai dengan surat penerimaan laporan Nomor : 05/LP/PL/26.11/Kab.Sigi/V/2019. “Kami sudah laporkan, tinggal kami tunggu tindak lanjutnya seperti apa. Yang kami laporkan adalah 7 orang anggota KPPS di dua TPS tersebut,” ungkap Ronal.

Dia pun berharap, Bawaslu bisa profesional menyelidiki kasus ini, dengan membuka dokumen yang asli dan membandingkan tanda tangan para petugas KPPS lembar per lembar, juga mengundang ahli untuk membuktikan bahwa tanda tangan-tanda tangan tersebut palsu atau bukan. “Tapi secara kasat mata, orang pasti langsung bisa melihat, tanda tangan para petugas KPPS itu beda-beda lembar satu dan lembar berikutnya,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Sigi, Agus Salim Irades SH mengakui, memang benar Bawaslu telah menerima laporan tersebut, namun pelapor masih perlu melengkapi berkas laporannya, seperti melampirkan identitas diri (foto copy KTP). “Laporannya belum teregister dan diajukan kepada kami selaku komisioner, karena masih ada yang belum dilengkapi. Memang laporan sudah diterima tapi masih di staf penerima laporan, sudah kita sampaikan kepada pelapor apa yang harus dilengkapi,” papar Agus Salim ditemui Senin (6/5) kemarin.

Jika seluruh dokumen laporan telah lengkap, nantinya akan diregister dan bakal dikaji bersama seluruh komisioner. Apakah nantinya masuk ke Gakumdu, pelanggaran kode etik atau administrasi, nanti kami teliti dahulu. “Intinya setiap laporan yang masuk pasti akan kami terima dan tetap kita tindaklanjuti, kami juga akan disanksi kalau tidak menindaklanjuti laporan warga,” katanya. Dia juga meminta pihak pelapor, dapat bekerjasama membantu pihaknya memberikan data tambahan terkait dugaan kecurangan tersebut. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.