OJK Imbau Masyarakat Waspadai Investasi Bodong

- Periklanan -

PALU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah tergiur jika ada perusahaan menawarkan pinjaman cepat, mudah dan koperasi dengan bunga tinggi.

Kepala Kasubag OJK Sulteng, Budi Hamdani, mengatakan, sebelum melakukan investasi apapun jenisnya masyarakat harus mengecek izin perusahaan baik izin usaha, koperasi ataupun izin lainnya yang resmi dari Dinas terkait maupun OJK.

Hal yang terpenting lagi yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum mempercayai investasi adalah logis, maksudnya penawaran yang diberikan perusahaan tersebut masuk akal, keuntungan diterima tidak terlalu tinggi dan sifatnya sangat cepat. Contohnya dijanjikan pendapatan 10 persen sebulan hingga lebih.

Budi menyebutkan, modus yang rata-rata dilakukan investasi bodong yaitu, memberikan iming-iming hasil yang cepat degan proses mudah. Kasus yang sering terjadi iming-iming umrah hanya dengan DP rendah, tahun depan berangkat.

Dari data dihimpun OJK dari 2007 hingga 2017 total kerugian masyarakat atas investasi bodong itu mencapai 105 triliun. Uang tersebut dari hasil investasi bodong beberapa perusahaan. Seperti contohnya kasus first travel, abu tours dan lainnya.

- Periklanan -

OJK juga telah membekukan sebanyak 2591 perusahaan yang tidak terdaftar dan terbukti melakukan investasi bodong dan merugikan masyarakat Indonesia.

“Contoh lain apabila masyarakat sering menerima penawaran lewat SMS atau pinjamam online, pinjaman dengan bunga murah, proses mudah sehari cair jangan mudah percaya,” sebutnya.

Penting diketahui masyarakat, bahwa koperasi hanya boleh memberikan pinjaman, atau mengutip iuran dari anggota koperasi tersebut, koperasi tidak boleh menghimpun dana dari orang di luar koperasi.

Selain itu koperasi juga tidak boleh mengambil pinjaman masyarakat selain anggotanya, karena di koperasi ada susunan pengurus dan rapat anggota tahunan.

“Disitulah akan diputukan kegiatan bisnis koperasi, tidak boleh sembarangan orang, modus penipuan sering dilakukan koperasi tidak terdaftar yaitu iming-imingi bunga tinggi, layani non anggota,” tuturnya(umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.