alexametrics OJK Harap BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan di Sulteng – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

OJK Harap BSI Tingkatkan Inklusi Keuangan di Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendukung sepenuhnya lahirnya Bank Syariah Indonesia (BSI), apalagi dana pihak ketiga (DPK) di Sulteng mencapai Rp 14,5 triliun.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng, Gamal Abdul Kahar, mengatakan, pencatatan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) khususnya di Sulteng mencapai Rp 14,5 triliun. Sedangkan total aset Bank Syariah di wilayah Sulteng kurang lebih sebesar Rp 2,3 triliun. Sementara itu, dilihat dari omset selama per bulan senilai Rp 1,55 triliun.

“Kalau DPK jumlah rekening sebanyak 39.258. Sedangkan pembiayaan yang diberikan sebesar Rp18.6 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 222.012,” sebutnya.

Gamal menambahkan, OJK mendukung penuh lahirnya BSI yang merupakan Bank Syariah terbesar di Indonesia dan akan memperkuat struktur perbankan nasional. BSI merupakan Bank dengan posisi ke 7 berdasarkan Total Aset secara nasional. Dengan potensi keuangan syariah yang begitu besar. Pihaknya berharap adanya BSI dapat bisa memberikan solusi untuk kebutuhan pembiayaan dan membantu masyarakat kecil khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Kami berharap BSI juga perlu meningkatkan inklusi keuangan syariah maupun pendalaman pasar keuangan syariah secara merata di Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah,” harapnya.

Apalagi, BSI ini sudah lama ditunggu oleh masyarakat karena diharapkan akan dapat memberikan layanan produk yang berkualitas prima, biaya murah, jaringan luas, serta memenuhi prinsip syariah.

OJK sebagai otoritas di sektor jasa keuangan telah mendorong lahirnya bank syariah dengan skala ekonomi yang lebih besar, serta memiliki jaringan yang luas untuk melayani masyarakat dan akhirnya menjadi bank yang lebih kompetitif.

Indonesia kini telah melahirkan Bank Syariah terbesar, yang akan memperkuat struktur perbankan nasional, lebih kompetitif di regional maupun global serta menjadikan bank ini ranking nomor 7 di Indonesia dengan berdasarkan total aset.

“Diharapkan bank ini dapat menjadi bank terbesar di Indonesia ke depan,” tegasnya. (umr)

*) Berita ini sudah tayang di harian Radar Sulteng, edisi hari Senin 8 Februari 2021.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.