Ojek dan Taxi Online Dilarang Masuk Terminal Mamboro

- Periklanan -

Mobil Bus Trans Palu-Manado saat tiba di Terminal Induk Mamboro, Kamis (19/10). (Foto: Wahono)

PALU – Kota Palu tidak tertinggal lagi. Sebagai kota yang terus berkembang, pesatnya perkembangan era digital juga merambah di kota ini. Tapi sayang, belum semua pihak bisa menerima kemajuan ini.

Salah satunya di bidang transportasi. Beroperasinya ojek dan taxi online yang dilengkapi dengan aplikasi berbasis android, justru ditolak pihak Terminal Mamboro, Kecamatan Palu Utara. Angkutan berbasis online dilarang mengambil penumpang di dalam terminal.

Pelarangan tersebut sifatnya masih internal. Tak ada perintah langsung dari Pemerintah Kota Palu maupun Dishub Palu. Pelarangan bertujuan jangan sampai menambah persoalan di dalam terminal. Karena saat ini ojek dan angkot konvensional sudah kurang pendapatan.

- Periklanan -

“Kami memang sengaja melarang ojek dan taxi online  mengambil penumpang di dalam terminal. Pelarangan kami terapkan baru-baru ini,” Kata Kepala Terminal Mamboro, Arsid,  Kamis (19/10)  kemarin kepada koran ini.

Meski belum mendapati langsung aktivitas ojek dan taxi online di wilayah terminal, namun pihaknya akan memberi teguran apabila ada yang kedapatan mengambil penumpang.

Tapi, kata dia, untuk pengawasannya memang sedikit sulit untuk taxi online. Karena mereka menggunakan mobil plat hitam dan tidak dilengakapi dengan atribut usaha. “Demi menjaga hal yang tidak-tidak dan demi membangun kerja sama yang baik, jangan sampai masuk terminal. Kalau kami temukan, kami tegur dan beri sanksi,”tegasnya.

Saliudin, salah seorang ojek yang sehari-harinya mangkal di Terminal Mamboro, belum mengetahui aktivitas ojek online. “Pendapatan kami saja susah untuk dapat penumpang. Belum tahu kalau sudah ada ojek online di Palu. Ke terminal sini juga tidak ada,” katanya.

Cristin, salah seorang warga asal Manado yang baru turun dari bus Trans Palu-Manado, menilai lebih mudah apabila langsung melakukan pemesanan ojek dan taxi melalui aplikasi online. Ini sudah era digital dan masyarakat inginnya lebih mudah dan murah. Praktis dan tidak mau repot-repot. “Kalau online lebih mudah pesannya. Daripada harus tunggu jemputan, kita lebih pilih online,” kata warga Manado yang berkunjung ke Palu ini. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.