alexametrics Obat Kosong, Layanan Seadanya, Warga Berteriak – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Obat Kosong, Layanan Seadanya, Warga Berteriak

Dikonfirmasi, Kadinkes Enggan Berkomentar

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TOLITOLI-Keluh kesah warga terhadap layanan kesehatan di 16 Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat (PKM) atau puskemas belum lagi reda. Obat kosong, di tengah suasana pandemi Covid-19.

“Saya sudah datang ke puskesmas, tapi katanya obat lagi kosong, jadi kami terpaksa pergi ke kota Tolitoli untuk mencari obat yang ada,”ungkap Ride, warga Desa Kombo, Kecamatan Dampal Selatan.

Selain Ride, warga lainnya di sejumlah kecamatan juga mengeluhkan hal yang sama, sulit mendapatkan obat, sementara masih menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Ini bagaimana, mencari obat paracetamol saja susah, ya mau tidak mau pesan dengan keluarga di kota supaya dibelikan di apotek atau toko obat, karena kami satu keluarga ini demam, batuk pilek,” tutur Ruke warga Desa Bangkir.

Dikonfirmasi soal stok obat yang kosong, Kepala Puskesmas Kecamatan Dampal Selatan Darwis Labaca membenarkan hal tersebut.

“Ya benar, kondisi obat-obatan di Puskesmas kita memang sedang kekurangan atau kosong, ya kita layani dengan obat seadanya. Kami juga sudah sampaikan hal ini kepada Dinas Kesehatan namun entah bagaimana mekanismenya kok bisa terlambat. Selain itu, pelayanan kesehatan juga sempat terkendala selama hampir 2 pekan, karena 8 petugas medis terkonfirmasi reaktif, jadi harus isolasi mandiri di rumah, tetapi sekarang berangsur membaik,” beber Darwis saat dikonfirmasi via selulernya belum lama ini.

Asmi, Kepala Puskesmas Bangkir juga menyampaikan hal sama. Selama stok obat kurang bahkan ada pula jenis obat yang kosong, sehingga pihaknya hanya memberikan pelayanan sesuai dengan obat dan gejala yang ada, atau penyesuaian layanan.

“Setiap ada kekurangan atau kosong obat kami laporkan, tinggal bagaimana nanti mekanisme dari Dinas Kesehatan,” ungkapnya Asmi yang menambahkan, untuk stok vitamin bagi warga yang melakukan isolasi mandiri tetap diberikan, karena ketersediaan vitamin di Puskesmas Bangkir masih mencukupi.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Galang, Zunaidi, kepada Radar Sulteng mengaku juga mengalami kekurangan obat.

“Lengkapnya kami sudah beritahukan ke Dinas Kesehatan, tidak tahu bagaimana mekanismenya sehingga terjadi keterlambatan pendistribusian obat, ya kami pun memberikan pelayanan seadanya, sesuai kondisi yang ada,” kata Zunaidi yang menambahkan, pelayanan bagi pasien isolasi mandiri tetap diberikan seperti asupan vitamin.
Sumber terpercaya Radar Sulteng menyebutkan, data obat di 15 puskesmas dan termasuk rumah sakit pratama Siti Zubaedah yakni Puskesmas Ogodeide, Salumbia, Bangkir, Galang, Basidondo dan puskesmas lainnya rerata membutuhkan BBM, Pulse oximeter, masker N95, masker medis, Handscoon S dan M, hand sanitizer, kacamata google, surgical gown, vitamin, obat N Ace, Zink, septi Plastik, hazmat, oximeter, biaya rujukan pasien Covid-19, vitamin, hazmat, sepatu boot, hingga oximeter. Rerata seluruh puskesmas membutuhkan hal yang sama.

Sedangkan stok obat yang kosong saat ini yakni, Ambroxol tab, Asam Mefenamat tab, Captopril 12,5 mg dan 25 mg, Cetirizin tab, Cetirizin syrup, Ciprofloxacin tab, Chloramphenicol salp kulit, Gentamycin salep kulit, Hidrocortison cream, Ibuprofen tab, Ketoconazole salp kulit, Ketorolac Inj, Metformin 500 mg tab, Methyl prednisolon 4 mg tab, Metronidazole 500 mg, Na. Diklofenak 25 mg, Nifedipin 10 mg, OBH syrup, Oxytetracyclin salp mata, Paracetamol tab 500 mg, Paracetamol syrup, Salbutamol 4 mg, NaCL 0,9% cairan infus, Salep 24, Simvastatin tab 20 mg. Sedangkan BMHP yang kosong yakni, Abbocath No.22, Abbocath No.24, Spoit 3 cc, Catheter no.16 atau no.18, Infuset makro, Infuset mikro. Kemudian, sejumlah obat-oabatan yang akan expired yakni, Afolat (Asam folat) Agustus 2021, Allopurinol tab 300 mg Oktober 2021, Amlodipine 5 mg September 2021, Amoxicillin syrup Oktober 2021, Antacida Suspensi September 2021, Antihemoroid suppo November 2021, Azythromycin Oktober 2021, Chloramphenicol Susp Agustur 2021, Furosemida Agustus 2021, Metoclopramid Agustus 2021, Prednison tab September 2021, Vit B12 Inj Oktober 2021, Vit K tab November 2021, Vaksin BCG November 2021, Vaksin Td September 2021, Vaksin DPT HB Hib November 2021.

Sedangkan obat-obatan yang akan expired di antaranya Asam mefenamat, Ambroxol, Ambroxol syrup, Amoxicillin syrup, Antihemoroid suppo, Bethahistine 6 mg, Bisoprolol 5 mg, Captopril, Cotrimoksazole syrup, Ciprofloxacin, Cotrimokzole 480, Cetirizin, Dulcolax, Ibuprofen, Paracetamol 500 mg, Paracetamol syrup, Piroxicam (sejak 2020 tidak ada), hingga vitamin B Compleks.

Dikonfirmasi mengenai keluhan warga, dan kekosongan obat di puskesmas, Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli Anjasmara, S.Pt, nampaknya enggan berkomentar. Saat ditelepon ia mengatakan, lebih baik jumpa langsung tidak melalui handphone.

“Bisa kita bicara langsung aja pak,” tuturnya sehari sebelum disambangi media ini. Namun, pada saat disambangi dan ditungggu cukup lama ternyata Kadinkes Anjasmara tidak datang ngantor. Ia hanya membalas melalui WhatsApp bahwa dirinya tidak bisa datang ke kantor 1 atau 2 hari, lantaran sakit.

Tapi kemudian, ketika ditelpon kembali Kadinkes Anjasmara sudah tidak mau lagi mengangkat teleponnya, bahkan sudah offline.(dni)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.