Nurdin : Diduga Salah Seorang Direktur PT. Nabelo Lakukan Tindak Pidana Penipuan

- Periklanan -

PALU-Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Donggala, Nurdin Usman, SP, melakukan klarifikasi soal pemberitaan media ini berjudul PT. Nabelo Laporkan Kehilangan Alat Berat ke Polda Sulteng, edisi Jumat (10/9).

Dalam klarifikasinya, Nurdin Usman menceritakan timbulnya hubungan dari sebuah perjanjian, yaitu berawal dari 2 Juli 2020 bertempat di Kolonedale Kabupaten Morowali Utara (Morut), saudara Mansur Latakka bersama adiknya Nurdin Halid saudara Andi Nursam bertemu Bupati Morut saat itu Moh Asrar Abdul Samad didampingi Nurdin Usman dan Andi Agus, mereka mengambil uang bupati dengan dasar pinjaman sementara sebanyak Rp 3 miliar.

“ Dalam kurun waktu sudah setahun ini, dana tersebut belum juga dikembalikan. Karena desakan Bupati Morut uang tersebut harus dikembalikan maka Bupati Morut saat itu memberikan kuasa penagihan kepada saya. Kemudian, saya menyampaikan kepada Mansur direktur PT Nabelo tersebut, dan dibuatlah kesepakatan dalam bentuk surat pernyataan penyelesaian pinjaman dengan jaminan 3 unit alat bulldozer yang berlokasi di long, “ ungkap Nurdin Usmank kepada Radar Sulteng, Jumat (10/9).

Namun, kata Nurdin, sampai Agustus 2021 ini sudah beberapa kali dikonfirmasi (ditagih) saudara Mansur Latakka hanya menjanjikan terus dan tidak dapat mengembalikan dana tersebut.

“ Maka saya selaku kuasa Bupati Morowali Utara saudara Moh. Asrar Abdul Samad mengambil langkah untuk membawa satu unit alat bulldozer tersebut sebagaimana tertuang dalam surat perjanjian itu (surat perjanjian terlampir, dan sudah didokumentasikan redaksi), “ jelas Nurdin.

- Periklanan -

Dijelaskan Nurdin lagi, munculnya nama Andi Baso sebagai pemilik alat buldozer tersebut, kepada Radar Sulteng Nurdin Usman mengatakan tidak tahu menahu. Andi Baso bukan orang PT Nabelo Sarro Kampou. Karena dalam surat pernyataan tersebut bahwa pemilik aset sah dari alat yang dijaminkan tersebut adalah aset si peminjam, yaitu Nurdin Halid lewat kuasa pemberi pinjaman yaitu Mansur Latakka.

“ Dan kalaupun benar saudara Andi Baso pemilik alat tersebut, berarti saudara Mansur Latakka telah melakukan tidak pidana penipuan dengan memberikan keterangan palsu dalam bentuk pernyataan yang saya tandatangani bersama, telah menjaminkan milik orang lain tanpa dasar. Saya hanya menjalankan perintah dari surat pernyataan tersebut, “ tegasnya.

Dikatakan Nurdin Usman, setelah lewat desakan kepada adiknya Nurdin Halid yaitu Andi Nursam untuk mengembalikan dana, maka Andi Nursam menyatakan bahwa dana tersebut sudah dibayarkan Nurdin Halid kepada saudara Mansur Latakka sebanyak Rp 4 miliar.

“ Namun oleh Mansur Latakka salah seorang direktur PT Nabelo ini menjadikan modal dana tersebut untuk diolah lagi, dan tidak membayarkan uang tersebut kepada saudara Asrar tapi uang tersebut dibelanjakan untuk membeli bulldozer tersebut. Makanya saya heran, muncul nama Andi Baso sebagai pemilik alat tersebut, pengakuan ini dari adiknya Nurdin Halid (rekaman terlampir, sudah didokumentasikan redaksi) dan ini juga diakui oleh saudara Andi Baso (rekaman terlampir, sudah didokumentasikan redaksi). Jadi biang dari semua ini adalah saudara Mansur Latakka yang meberikan surat keterangan palsu. Dan tidak mau membayar uang yang telah mereka ambil sebanyak Rp 3 miliar, “ tegas Nurdin Usman, dalam klarifikasinya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Nurdin Usman menyatakan akan melapor secara resmi di Polda Sulteng pada hari Senin 13 September 2021 sebagai dugaan memberikan keterangan palsu, atau tindak pidana penipuan.

“ Saya akan melaporkan dugaan memberikan keterangan palsu dan penipuan ini ke Polda Sulteng pada hari Senin tanggal 13 September 2021, “pungkas Nurdin Usman.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.