Nikmat Membawa Sengsara, Pelajaran Penting bagi ASN

Ancaman Perselingkuhan dan Nikah Siri di Ujung Tanduk

- Periklanan -

TOUNA-Hiruk pikuk diseputar pemberitaan penggerebekan disertai penangkapan dugaan perselingkuhan serta nikah siri AB dan OA, yang terjadi disebuah rumah milik kakak AB di kompleks BTN Uemolingku, Kabupaten Tojo Unauna (Touna) 20 Mei 2021 lalu telah membawa dampak dan spekulasi di masyarakat Touna.

Mulai dari hanya mengemas seserahan yang tidak bisa kena cahaya lampu, biasa saja lea, hingga “susupo”, kesemuanya itu tumplek jadi satu dan jadi perbincangan hangat di masyarakat Touna.

Seharusnya, kata pengamat ASN, sebagai pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Touna, AB dan OA mestinya konsisten melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 untuk senantiasa jaga jarak. Bukannya memperturutkan godaan dan hasutan. Apalagi AB sedang dalam ikatan rumahtangga yang sah dengan 3 orang anak, rumahtangganya-pun sedang baik-baik saja. Harusnya pula OA sudah dapat memahami karakter dan pribadi AB, bahwa bukan tidak mungkin suatu saat OA akan mengalami hal yang sama seperti dialami Mariani Y.Rani (isteri AB) saat ini. Karena rumahtangga yang dibangun oleh AB bersama isterinya, adalah sebuah rumahtangga yang dibangun dengan cinta dan kasih sayang, cinta dan sayang diantara mereka berdua dapat dibuktikan dengan dianugerahi 3 orang anak.

“ Rumah tangga yang mereka bangun berdua sudah cukup lama. Harusnya OA belajar dari apa yang kini dilakukan oleh AB terhadap isteri dan anak-anaknya, bahwa suatu saat AB bukan tidak mungkin akan berbuat sama seperti ini mengingat OA sendiri saat ini tidak dalam usia muda lagi, “ kata pengamat ASN yang kembali merahasiakan identitasnya ini.

Mengenai karakter AB, sudah terbaca media ini, ketika berhadapan langsung dengan AB sewaktu kegiatan paparan RPJMD di Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu yang lalu, AB terlihat memiliki tekanan yang berat meski berusaha menyembunyikannya.

“ Mestinya, jika AB orangnya gentleman, maka moment klarifikasi/hak jawab yang diberikan oleh koran ini seyogyanya dapat digunakan sebaik mungkin, paling tidak berilah keterangan dan penjelasan yang intinya membela OA dalam kasus ini. Namun apa yang terjadi, dia hanya berkata tolong beri saya waktu untuk konsentrasi, sekaligus memberi penjelasan terhadap segala tuduhan yang diarahkan kesaya, “ urainya.

Dari segi itu saja, kata pengamat ini, AB enggan untuk melakukan pembelaan terhadap OA, bagaimana mungkin AB dapat menyelamatkan OA dalam kasus ini, sedangkan untuk menjaga harga diri OA saja di media AB tak mampu melakukannya.

- Periklanan -

“ Olehnya dengan peristiwa ini harusnya menjadi perenungan OA dalam mencari pendamping hidupnya kedepan. Jangan sampai membuta tulikan hati, akal dan fikiran. Serta, sedapat mungkin jangan merusak rumah tangga orang, ingat hukum karma itu ada dan pasti, “ ucapnya.

Peristiwa penggerebekan dan penangkapan dugaan perselingkuhan serta nikah siri kedua pejabat Pemkab Touna tersebut adalah sebuah pelajaran yang sangat mahal dan berharga khususnya bagi ASN, karena telah diperagakan langsung dengan sangat lengkap oleh kedua pejabat AB dan OA tanpa harus menggunakan peran pengganti sebagaimana di film-film. Mulai dari tempat yang digunakan adalah sebuah rumah warga (bukan di hotel), pemilihan waktu yang tepat (disaat warga lainnya sudah tidur), kondisi seperti ini secara umum sudah dapat dikatakan aman, namun keadaan berkata lain, inilah pelajaran pertama yang perlu diperhatikan, bahwa jangan pernah sekali-kali berfikir sesuatu yang buruk itu akan aman-aman saja.

Selanjutnya adalah konsekwensi hukum dan sosial, maksudnya adalah seorang ASN itu dalam kehidupannya sehari-hari baik dalam keadaan dinas maupun di luar kedinasan diatur dengan berbagai aturan dan ketentuan, seperti masalah Disiplin ASN ada PP 53 Tahun 2010 yang mengaturnya. Disamping itu pula jika terkait dengan perbuatan pidana ada KUHP.

“ Namun yang lebih menyakitkan adalah konsekuensi hukum sosial dari masyarakat atas dugaan perselingkuhan yang mereka lakukan itu. Kasus penggerebekan disertai penangkapan dugaan perselingkuhan dan nikah siri ini akan senantiasa membekas dibenak masyarakat terutama ketika orang melihat dan bertemu dengan mereka berdua (AB dan OA), atau salah satunya saja, orang tersebut langsung dengan refleks berkata oh ini dia “si-anu” itu lea yang lalu digerebek. Kondisi ini sangat menyakitkan kecuali mereka sudah tidak punya malu lagi, atau sudah tidak punya “empedu”. Sudah susah manusia hidup tanpa empedu, “ ujarnya.

Terkait dengan dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh AB Plt. Sekretaris Bappeda Touna, dan OA Kepala Seksi di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Touna ini rasa-rasanya sangat sulit untuk diabaikan begitu saja oleh pemangku kepentingan, mengapa demikian karena kasus ini, pertama, digerebek dan ditangkap. Kedua, pelaku dua-duanya adalah ASN. Ketiga,
AB masih berstatus suami orang. Keempat, OA janda berstatus ASN. Kelima, isteri AB bersikukuh untuk tidak mau diceraikan dan tidak bersedia memberi izin kepada AB untuk nikah/kawin lagi dengan wanita manapun juga. Keenam, apabila AB mengambil jalan pintas untuk tetap menikahi OA, maka secara otomatis berdasarkan PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN, OA akan dipecat.

“ Dan bila jalan ini yang ditempuh oleh AB dengan risiko dia dipecat pula, maka mereka berdua menjalani hidup bagai cerita Cinderela di dalam hutan sebelum adanya pandemi Covid-19, “ sebutnya.

Maka bagi ASN yang masih memilih hidup normal (tidak seperti Cinderela di dalam hutan), belajarlah dengan kasus ini. Ambil, dan jadikan pelajaran dalam hidup sehingga terhindar dari nikmat membawa sengsara, dan negeri ini akan terselamatkan dari segala musibah dan bencana.(tim)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.