New Dream Team PPP Sulteng Terbentuk, Dipimpin Fairus Maskati, Didominasi Kaum Muda

- Periklanan -

PALU – Kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tengah Periode 2021-2026 resmi terbentuk. Fairus Husen Maskati dipercaya Dewan Pimpinan Pusat PPP sebagai Ketua Umum partai berlambang Kabah ini di Sulawesi Tengah.

Komposisi kepengurusan DPW PPP Sulteng sendiri cukup menarik dibicarakan. Sebab, hampir mayoritas diisi oleh sejumlah tokoh-tokoh muda di Sulawesi Tengah. Bahkan, dua di antaranya merupakan anak dari politisi di luar PPP. Yakni Mahatir Mastura, anak dari Rusdi Mastura yang juga Gubernur Sulteng serta Muhammad Akbar Supratman Andi Agtas, anak dari politisi Gerindra serta anggota DPR RI, Supratman Andi Agtas.

Usai ditekennya Surat Keputusan Ketua Umum PPP, Suharso Manoarfo terkait kepengurusan DPW PPP Sulteng beberapa waktu lalu, para pengurus di daerah langsung melakukan silahturahmi. Dalam silahturahmi yang digelar di salah satu café di Kelurahan Besusu Tengah, hampir seluruh pengurus harian hadir.

Kepada wartawan, Fairus Husen Maskati mengungkapkan, pertemuan pengurus DPW PPP periode 2021-2026 ini merupakan yang pertama dan menjadi momen menyatukan langkah dan tujuan bersama. Kepengurusan yang diberinama New Dream Team ini, dengan tagline bersatu, bersama kembali rebut kemenangan, memang diakui anggota DPRD Sulteng ini, didominasi oleh kaum muda. “Mengapa kami lebih banyak anak-anak muda, karena kami ingin menghilangkan stigma bahwa PPP itu partainya orang tua. Sekarang kami buktikan, anak-anak muda juga bisa mengurus partai,” terang Fifi, sapaan akrab putri politisi Senior PPP almarhum H Husen Maskati ini.

Dia mengatakan, dengan tampilnya anak-anak muda dalam kepengurusan ini, makin banyak pula pemuda yang tertarik menjadi kader PPP. Sebab saat ini, kata dia, banyak pemuda yang tidak diberi ruang dalam politik, sehingga mereka pun tidak tertarik untuk berpoliti. “Kami ingin sampaikan pesan, bahwa jika ingin politik berpihak kepada kita anak muda, maka ayo kita juga berpolitik. Kami ingin tinggalkan stigma bahwa PPP hanya partainya orang tua,” terang Fairus.

- Periklanan -

Dalam kepengurusan ini, lanjut dia, meski diisi anak-anak muda berumur 22 hingga 30an tahun, namun sejumlah kader-kader senior PPP tetap diakomodir. Kedepan menurut Fairus, dibawah kepemimpinannya PPP Sulteng menargetkan 1 kursi di DPR RI dan 1 Fraksi di DPRD Provinsi. “Hal ini tidak muluk-muluk, karena kami yakin dengan kepengurusan ini, kami bisa merebut simpati para anak-anak muda, khususnya pemilih pemula di Tahun 2024 mendatang yang mana jumlah mereka sekitar 70 persen dari jumlah pemilih yang ada,” katanya optimis.

Untuk itu, langkah awal yang bakal dilakukan yakni menyusun agenda dan mentracking kekuatan serta menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak. Kemudian dilanjutkan Bimbingan Teknis dan merekrut anak-anak muda di Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut disampaikan Fairus, bahwa selain tokoh muda, dirinya yang seorang perempuan, juga tidak mengenyampingkan keterwakilan perempuan dalam kepengurusan ini. Dia menyebut, bahwa ada 30 persen keterwakilan perempuan di pengurus harian DPW PPP Sulteng. “Sehingga, selain pemuda, tentu sudah jadi tugas saya untuk menarik perempuan pula sebagai Kader PPP,” terangnya.

Disinggung terkait dua anak politisi di luar PPP yang turut bergabung menjadi kader dan sebagai pengurus, Fairus mengaku, hal itu juga patut disyukuri. Sebab, kedua tokoh muda ini, tidak ingin berada terus di bawah bayang-bayang nama besar sang ayah.

Terpisah, Muhammad Akbar Andi Agtas yang turut dalam konfrensi pers melalui video call, menyampaikan, dirinya mengukuhkan hati bergabung di PPP, karena melihat di pengurus pusat PPP, juga banyak anak-anak muda diberikan kesempatan. Akbar yang dipercayakan sebagai Bendahara DPW PPP Sulteng juga mengaku, tidak ada masalah terkait perbedaan pilihan politik dengan sang ayah. “Saya berterimakasih juga kepada orang tua, karena memberikan keleluasan kepada saya membangun jaringan, dengan partai politik yang berbeda dari ayah saya,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Mahatir Mastura. Menurutnya, sang ayah memberikan keleluasan dan sangat demokratis, menyikapi perbedaan pilihan politik. Meskipun sang ayah diketahui merupakan kader dari Partai NasDem, namun tidak lantas membuat Mahatir mengikuti jejak sang ayah. “Tidak ada masalah, sebelum bergabung saya sudah berkomunikasi, dan beliau (Rusdi Mastura) mengizinkan,” ujar Mahatir, yang ditunjuk sebagai Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPW PPP Sulteng. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.