Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Neraca Perdagangan Sulteng Surplus

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi kegiatan ekspor. (@bmzIMAGES)

PALU-Nilai ekspor jauh lebih tinggi dibanding impor. Inilah kondisi neraca perdagangan Sulteng periode Januari-Mei 2017 ini. selama Bulan Mei 2017, nilai impor berbagai komoditi dari daerah ini mencapai US$ 311,29 juta. Dan selama periode Januari-Mei 2017, total nilai ekspor Sulteng tercatat US$ 957,59 juta.

Sementara, impor Sulteng pada Mei 2017 US$ 95,63 juta, dan selama Januari-Mei 2017 US$ 419,77 juta. Dengan demikian bila dilihat dari neraca perdagangan dengan seluruh negara mitra dagang, Sulteng mengalami surplus US$ 215,66 juta selama Mei 2017.

“Dan selama periode Januari-Mei 2017, neraca perdagangan Sulteng mengalami surplus US$ 537,82 juta,” jelas Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng, belum lama ini.

Ia menjelaskan, surplus neraca perdagangan Sulteng tersebut didukung terjadinya peningkatan nilai ekspor Sulteng yang mencapai lebih dari 96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Periode Januari-Mei tahun 2016, nilai ekspor Sulteng tercatat hanya sebesar US$ 487,16 juta.

Walaupun pada periode yang sama, juga terjadi kenaikan nilai impor, tapi nilainya masih jauh di bawah nilai ekspor. Selama periode Januari-Mei 2017, terjadi kenaikan US$ 154,19 juta atau sebesar 58,06 persen menjadi US$ 419,77 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wahyu menyebutkan, selama ini ekspor Sulteng didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan baja. Sementara, impor Sulteng didominasi kelompok mesin dan peralatan listrik, dan pesawat mekanik dan bahan bakar mineral.

Selama Mei 2017, impor Sulteng kelompok komoditas mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 68,67 juta atau hampir 72 persen dari total nilai impor Sulteng pada Bulan mei 2017. Menyusul bahan bakar mineral  dengan nilai mencapai US$ 15,74 juta atau sebesar 16,46 persen dari total nilai impor Bulan Mei. Dan mesin/peralatan listrik senilai US$ 4,13 juta, atau sekitar 4,32 persen dari total nilai impor pada Builan Mei.

Sementara, selama Bulan Januari-Mei 2017, komoditas yang mendominasi impor Sulteng adalah mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 262,03 juta atau 62,42 persen dari total impor Sulteng. menyusul, bahan bakar mineral dengan kontribusi sebesar 15,51 persen dari total nilai impor Sulteng pada periode tersebut. Serta, mesin/peralatan listrik dengan kontribusi sebesar 13,06 persen.

“Sebagian besar komoditi impor Sulteng itu berasal dari Tiongkok. Periode Januari-Mei 2017, impor dari Tiongkok itu mencapai lebih dari 75,11 persen dari total nilai impor Sulteng pada periode tersebut. dan Swiss di urutan kedua dengan kontribusi 6,02 persen,” sebutnya. Sementara, impor dari negara-negara lainnya kontribusinya di bawah angka 4 persen. (ars)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.