Nelayan Tompe Ingin Tinggal 50 Meter dari Bibir Pantai

- Periklanan -

DONGGALA – Pjs Kepala Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Donggala, Daeng Marela mengungkapkan sebagian warganya yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan meminta kepada dirinya agar diizinkan mendirikan tempat tinggal 50 meter dari bibir pantai.
“Iya mereka tidak ingin direlokasi jauh dari bibir pantai. Sedangkan pemerintah sudah tetapkan 200 meter dari bibir pantai itu adalah zona merah, dan melarang keras ada pembangunan di dalam wilayah itu,” kata Daeng Marela kepada Radar Sulteng ditemui di Kantor Desa Tompe, Selasa (23/4).
Daeng Marela mengakui, tidak bisa mengambil keputusan terkait permintaan warganya tersebut. Permintaan warga juga sudah disampaikan secara langsung dengan pihak Pemerintah Kabupaten dalam hal ini BPBD Donggala.
“Rencananya ada sosialisasi dari BPBD terkait relokasi ini,” terangnya.
Disisi lain, Daeng Marela mengakui dari pihak Arsitek Komunitas (Arkom) juga sudah bersedia akan menfasilitasi keinginan warga tersebut dan membahasnya dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng dan Pemerintah Kabupaten Donggala.
“Mereka tidak ingin direlokasi dan meminta dana stimulan,” sebut Daeng Marale.
Jika memang ada keputusan keluar nantinya baik diizinkan maupun tidak diizinkan dari pihak pemerintah Provinsi dan Kabupaten, Daeng Marela berjanji akan tetap bersedia menjalankan.
“Saya tidak mau nanti ada berbenturan dengan pemerintah di atas,” sebutnya.
Sementara itu, Daeng Marela mengungkapkan separuh dari warganya yang berprofesi sebagai nelayan sudah aktif kembali melaut. Sedangkan yang belum masih terkendala dengan peralatan melautnya yang rusak saat terjadi tsunami.
“Adapun yang belum melaut kerjaannya ada yang menjadi buruh di pembangunan Huntara, dan penambang pasir,” tutupnya. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.