Nelayan Tewas, Diduga Terkena Ledakan Bom Ikan

- Periklanan -

DONGGALA – Muri (54) warga dusun Kulolu, Kelurahan Ganti ditemukan telah bersimbah darah di pantai Kulolu, Jumat pekan lalu (30/8). Muri yang merupakan seorang nelayan itu ditemukan telah meregang nyawa dengan luka di sekujur tubuhnya.

Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 17.30. Awalnya anak korban bernama Darman mendengar suara ledakan yang sangat keras. Hal itu membuat Darman langsung mendatangi asal suara ledakan tersebut. Saat sampai di sumber suara ledakan, Darman menemukan ayahnya sudah dalam keadaan terbaring di antara bebatuan pantai. Dia mendapati ayahnya penuh luka dan tangan sebelah kiri putus.

- Periklanan -

Diduga Muri meninggal akibat bom ikan yang dirakitnya sendiri. Menurut informasi di lapangan, korban diduga sering merakit bom ikan untuk menangkap ikan. Berdasarkan data lapangan yang dihimpun dari Polres Donggala, Korban sendiri ternyata pernah divonis enam bulan penjara atas perkara ilegal fishing karena menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Mendapat laporan adanya peristiwa tersebut, Polres Donggala langsung turun mendatangi TKP. Olah TKP dipimpin oleh Perwira Pengawas Iptu I Nyoman Suwenda.

Menurut Iptu I Nyoman Suwenda, keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap korban. Keluarga korban juga membuat surat pernyataan untuk tidak keberatan atau menuntut pada pihak manapun.
“Atas kesepakatan keluarga, korban langsung dimakamkan malam itu juga di pekuburan umum Dusun Kulolu Kelurahan Ganti,” katanya. (ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.