alexametrics Natal Hendaknya Mempererat Persaudaraan Tanpa Memandang Perbedaan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Natal Hendaknya Mempererat Persaudaraan Tanpa Memandang Perbedaan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Ibadah perayaan Natal di gereja-gerja di Kota Palu berjalan dengan aman.
Seperti halnya yang dilaksanakan pada Ibadah perayaan malam Natal, Jumat malam (24/12) Gembala Jemaat GKST Imanuel Palu, yang digelar di salah satu restoran di Kota Palu.

Gembala Jemaat GKST Imanuel Palu, Pendeta Salmon Rarea. STh dalam khotbahnya menguraikan, dalam Tema Natal 2021, Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan” mau mengingatkan untuk memperkuat persaudaraan sesama manusia tanpa membedakan agama, suku dan lainnya.

Natal kali ini, diwarnai berbagai hal, seperti yang ditampilkan tadi oleh panitia yang menampilkan pakaian adat dari berbagai suku yang ada di Indonesia.
“Hal itu menunjukan bahwa kita di Indonesia ini penuh dengan keberagaman, tapi satu sebagai bangsa Indonesia. Torang samua basudara,” ujarnya.

Pendeta Salmon menjelaskan, Natal kali ini sangat berbeda dengan natal-natal sebelumnya, karena masih dalam masa pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak, membatasi penampilan terbaik, khususnya para wanita. Dimana sudah berhias dengan sedemikian rupa dari rumah, setelah itu ditutup oleh masker. Sehingga tidak kelihatan penampilan yang sudah disiapkan. “Walapun ada batasan-batasan karena masih masa pandemi Covid-19, tapi sukacita natal masih kita rasakan sampai saat ini,” katanya.

Menariknya dalam perayaan malam Natal panitia pelaksana mengenakan berbagai pakaian adat dari beberapa daerah di Indonesia yang merupakan bagian dari ilustrasi tema Natal dalam bingkai mempererat persaudaraan sesama bangsa dengan berbagai suku dan budaya.

Sementara dalam Ibadah Natal, Sabtu (24/12) dengan pelayan firman, Pendeta Alfrida Gintu. MTh dalam khotbahnya menekannya dengan tema natal kali ini tidak hanya menjadi slogan pada masa perayaan Natal.

Tapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan khususnya dalam menjalani kehidupan di tahun 2022 mendatang. “Harus bermuara pada persaudaraan itu nyata dalam keseharian kita. Artinya tanpa tindakan kita dalam persaudaraan yang rukun di antara sesama kita manusia, maka iman kita pada hakekatnya mati,” terangnya. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.