Nasib Peserta Magang Jepang “Digantung” Nakertrans Sulteng

- Periklanan -

PALU – Nasib tiga putra daerah provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang lolos seleksi pemagangan ke Jepang masih tak jelas. Nasib ketiganya masih digantung Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Sulteng dengan terus menunda keberangkatan pelatihan daerah dengan jadwal yang belum pasti.

PEMBEKALAN: Kadis Perindagkop Kota Palu Farid Rifai (tengah) di dampingi Kabid Perindustrian Firman (kanan) dan pendamping dari Balitbangda saat memberikan pengarahan kepada pelaku IKM calon peserta magang, Rabu (1/3). (Foto: Arwansyah)

Meski ketiganya sudah melewati seluruh tahapan seleksi yang dimulakan September 2017 lalu, namun hingga Mei 2018, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Sulteng belum menjadwalkan pelatihan daerah bagi ketiganya untuk selanjutnya pelatihan nasional dan diberangkatkan ke negeri Sakura.

Ditemui di kota Palu, kemarin (3/5), dua di antara peserta pemagangan ke Jepang, Ruspandi dan Hasbi mengaku sudah cukup lama bersabar dengan janji yang diberikan pihak dinas. Seleksi terakhir yang diikuti kata mereka ialah tes bahasa Jepang yang dilaksanakan Februari 2018. Dari 19 peserta yang mengikuti tes saat itu, hanya tiga yang dinyatakan lulus yaitu, Ruspandi dari Luwuk, Banggai, Hasbi dari Palu, dan Rahman dari Palolo, Sigi.

“Setelah lulus tes bahasa, selanjutnya pelatihan daerah dan nasional. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan pemanggilan kami bertiga untuk mengikuti pelatihan,” katanya.

Sesuai janji pihak dinas kata keduanya, mereka diminta untuk menunggu 16 orang lainnya yang belum lulus tes bahasa agar bisa diberangkatkan bersama jika ada ketambahan yang lulus tes bahasa. Namun sesuai janji tes bahasa yang direncanakan April bulan kemarin, hingga awal Mei ini, jadwalnya belum dipastikan.

“Bahkan dibilang kita harus menunggu yang tes dari Manado lagi. Mau menunggu tapi belum pasti jadwalnya sampai sekarang,” sebutnya.

Semestinya kata keduanya, karena untuk mengikuti pelatihan daerah, pihak dinas tinggal menyurat ke IM Japan agar yang lulus bisa segera dilakukan pelatihan daerah. Sebab, untuk ikut pelatihan daerah pun, tidak ada standar jumlah.

- Periklanan -

“Berapa yang lulus bahasa, sudah bisa langsung ikut tes daerah. Kita mau menunggu karena dijanji akhir bulan 4 ini dengan menunggu ujian bahasa teman-teman yang belum lulus. Tapi sampai sekarang belum pasti jadwal ujiannya. Malah disuruh tunggu lagi yang dari Manado. Itu juga belum pasti jadwalnya,” sebutnya lagi.

Padahal kata mereka, iming-iming gaji Rp10 hingga 12 juta per bulan saat bekerja di Jepang membuat mereka rela berkorban bukan hanya waktu namun juga harta. Ruspandi hingga kini belum kembali ke Luwuk karena berharap April, sesuai janji dinas, mereka sudah melaksanakan pelatihan daerah. Namun hingga kini belum ada kepastiannya.

“Waktu berangkat dari Luwuk ke sini (Palu, red) rumah sudah digadaikan untuk pembiayaan selama di Palu.  Karena perhitungannya bisa dilunasi jika nanti sudah berangkat ke Jepang,” kata Ruspandi.

Bukan hanya Ruspandi yang berkorban, Hasbi dan Rahman juga melakukan hal yang sama. Keduanya sudah menjual kendaraan roda duanya guna mengikuti pelatihan bahasa sebelum ujian bahasa yang dilakukan Februari lalu.

“Kita sangat berharap semogalah dinas mau bantu memudahkan kami. Karena kami sudah korban waktu sejak September lalu, juga berkorban tenaga, dan harta,” kata Hasbi.

Sementara itu, dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Bidang Pemagangan Nakertrans Sulteng, Fatnini yang dihubungi media ini mengaku masih berada di luar daerah dan meminta media ini untuk menemui salah satu kepala seksinya, yakni Yarid.

Saat ditemui media ini, Yarid menjelaskan, untuk konfirmasi, Nakertrans memberlakukan satu pintu yaitu kepada Kepala Dinas Nakertrans. Namun Yarid juga mengungkapkan bahwa peserta yang lulus magang tersebut sudah menghadap kepadanya, dan dia komitmen pihak dinas akan membantu ketiga peserta yang lulus tersebut untuk segera mengikuti pelatihan daerah.

“Mereka sudah menghadap. Kami akan menyurat agar mereka bisa segera mengikuti pelatihan selanjutnya,” katanya.

Upaya media ini untuk konfirmasi ke Kepala Dinas Nakertrans Sulteng, Abd Razak, sudah dilakukan namun yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.