Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

NasDem Hanya Bisa Sumbang Satu Kursi di DPR RI

Hasil Perhitungan Suara Sementara KPU Sulteng

PALU-KPU Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) telah melakukan proses perhitungan suara atau rekapitulasi suara provinsi utk 12 kabupaten dan satu kota di Sulteng.
Sesuai ketentuan aturan, Sulteng mendapatkan kuota jatah tujuh kursi.
Dari hasil perhitungan suara sementara, baru 10 kabupaten yang berhasil dihitung, itupun belum seragam, atau belum tuntas item perhitungannya. Ada yang baru menyelesaikan perhitungan Presiden, tetapi ada daerah yang belum tuntas perhitungannya. Tetapi dari semua itu, perhitungan suara untuk DPR RI menjadi perhatian publik, bertanya-tanya siapa saja tujuh putera puteri terbaik Sulteng yang akan “melenggang” ke Senayan.

Dari seluruh calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI sedikitnya sudah ada gambaran siapa yang akan meraih kursi yang diperebutkan setiap 5 tahun sekali ini.
Kita mulai dari kursi pertama, kans kuat ada di Caleg Partai NasDem, Ahmad M Ali, petahana, Bendahara Umum (Bendum), di kampungnya di Kabupaten Morowali, Ahmad Ali meraup suara 19.002 suara. Dia bersaing dengan orang se kampungnya, yang juga Caleg kuat dari Partai Demokrat H Anwar Hafid yang meraih 28.477 suara.
Di Kabupaten Parimo Ahmad Ali berjaya meraih suara 27.392, di Touna 12.623 suara, di Bangkep meraup 7.128 suara, di Poso mendulang 8.607 suara, di Donggala 17.507 suara, di Buol 6.274 suara, dan di Tolitoli 9.286 suara.

Tetapi Ahmad Ali secara head to head hitungan di 10 kabupaten yang telah dihitung meraih 271.022 suara. Artinya Ahmad Ali, layak duduk di kursi pertama.

Kursi kedua, ada di Caleg Gerindra, Supratman Andi Agtas, di kampungnya di Tolitoli Maman sapaan akrabnya meraih suara signifikan 12.742 suara. Tetapi suara Maman merata di beberapa kabupaten misalnya di Kabupaten Buol 6.178, di Donggala 7.405, Parimo 14.216 suara. Di internal partai, Maman lebih tinggi suaranya dari caleg Amelya Murad, yang berjaya di beberapa kabupaten. Belum diketahui berapa suara diraih Amelya di Kabupaten Banggai yang hingga saat ini belum dihitung.

Kursi ketiga, ada pada politisi kawakan Golkar, H Muhidin Said. Wakil Ketua Komisi V ini mampu mengalahkan lawan di internal partainya yang mantan anggota DPD RI tiga periode Nurmawati Dewi Bantilan. Suara Muhidin Said merata di setiap kabupaten yang sudah dihitung. Misalnya di Parimo, Muhidin berhasil meraih suara 15. 280, di Touna 6.449 suara, di Sigi 14.780 suara, di Poso 10.476 suara. Hasil ini, bisa dikatakan kursi ketiga layak diduduki kembali H Muhidin Said. Apalagi secara keseluruhan Golkar meraih suara 194.728.

Kursi keempat, dipegang PDIP, adalah pendatang baru yang juga mantan anggota DPRD Sulteng, Matindas Rumambi, mampu merontokan perlawanannya petahana yang sudah 4 periode menjadi anggota DPR RI Dapil Sulteng, H Rendy Lamadjido. Suara Matindas yang meledak di Kabupaten Sigi dan konon di Kota Palu (belum dihitung) tak dapat dikejar H Rendy. Di Kabupaten Sigi, Matindas meraih suara 8.887, di Poso 7.443, di Donggala 2.339 suara. Untuk keseluruhan ditambah suara partai, PDIP tercatat meraup suara total 165.264.

Kursi kelima partai Demokrat. Kursi ini, akan diduduki H Anwar Hafid mantan Bupati Morowali dua periode ini adalah Ketua DPW Partai Demokrat Sulteng, selain meraih suara terbanyak di Morowali, di hampir semua kabupaten di Sulteng yang telah selesai perhitungannya meraih suara yang cukup untuk mengiringnya ke Senayan. Di Kabupaten Poso 6.161, di Parimo 2.728. Secara total di oerhitungan sementara Partai Demokrat meraup suara 127.511.

Kursi keenam, akan diduduki kembali oleh petahana, Sarifuddin Suding, yang suaranya cukup signifikan di wilayah basis suaranya di Kabupaten Tolitoli dengan meraup suara 8.138, di Donggala 5.989, di Parimo 4.357, dan di Touna 3.539. Total suara PAN 97.599.

Kursi ketujuh, direbut jago PKB Risharyadi Triwibowo. Staf Ahli Menteri Desa ini coba peruntungannya di Sulteng, dia pulang kampung. Hasilnya cukup membuat dirinya menuju Senayan, menyisihkan untuk sementara jago PKS Sakinah Aljufri. Rusharyadi di kampung halaman orang tuanya di Buol meraih suara 7.259, di Donggala 4.334, dan Parimo meraih suara cukup besar 6.861, di Sigi 2.258.
Menariknya, di posisi kursi terakhir ini juga diperebutkan oleh Sakinah Aljufri dari PKS, yang di jagokan di Kota Palu, tetapi sampai berita ini diturunkan belum dilakukan perhitungan karena baru menyelesaikan 3 kecamatan, Palu Selatan Tatanga, dan Ulujadi. Sakinah meraih suara di Poso 3.746 suara, di Sigi 8.434 suara, di Donggala meraih suara 5.084.

Lantas bagaimana dengan suara Rusdy Mastura, dua hari usai pencoblosan (votingday) diiusukan terbanyak suaranya. Mungkin saja suaranya banyak di Kota Palu, tetapi hingga saat ini suara Kota Palu belum dihitung. Adapun perolehan suara Rusdy Mastura adalah, di Sigi meraih 6.208 suara, di Bangkep 689 suara, di Parimo 3.934 suara, di Balut 360 suara, di Buol 809 suara, di Tolitoli 1.020 suara, di Poso meraih 1.554 suara, dan di Donggala 5.693 suara.

Hari ini, Sabtu (11/5) KPU Sulteng akan menggenjot dan menuntaskan perhitungannya sesuai dengan jadwal. ” Besok, hari Sabtu kami akan segera merampungkan semua perhitungan suaranya. Sekaligus kesimpulan total suara yang sudah masuk dan sudah dihitung, ” kata Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.