Narkoba di Lapas Luwuk, Kemenkum HAM Sulteng Diminta Jangan Hanya Diam

- Periklanan -

HASIL RAZIA : Inilah sejumlah barang elektronik berupa laptop, hp, play station yang disita tim gabungan Polres Banggai, pada razia Selasa (31/1) malam. (Foto: istimewa)

LUWUK – Lapas Luwuk yang seharusnya menjadi tempat dijalankan hukuman bagi para terpidana, seolah menjadi rumah yang nyaman. Oleh karenanya, masyarakat Luwuk meminta Kanwil Kemenkumham Sulteng di Palu jangan hanya diam.

Pernyataan itu dilontarkan Ibrahim Moidady, aktivis di Luwuk. Menurutnya kebobrokkan sistem pengawasan warga binaan di Lapas Luwuk tidak berubah. Bahkan dengan pergantian Kalapas yang baru, memudahkan transaksi Narkoba, “Baru-baru ini narkoba dibeli dari dalam lapas,” ujar Im, panggilan akrabnya kepada Radar Sulteng Jumat (3/2).

- Periklanan -

Im mengatakan, kebobrokan system di lapas Luwuk sudah mendarah daging sehingga meskipun diganti kepala saja, ekor tetap bergerak. “Harus diganti semua. Percuma diganti kepala kalau ekornya yang busuk. Kanwil Kemenkumham jangan hanya diam,” jelasnya.

Apalagi baru baru ini, Tim gabungan Polres Banggai bersama dengan TNI dan Brimob dengan total kekuatan 437 personel melakukan razia di Lapas Luwuk pada 31 Januari 2017 dengan target mendapatkan narkoba, menemukan berbagai bukti masih adanya transaksi Narkoba dalam Lapas. Meski tidak mendapat Narkoba dikarenakan infonya bocor, tim yang dipimpin Kapolres Banggai AKBP Benny Baehaki Rustandi itu menyita belasan laptop, bahkan play station, televisi LCD, HP bahkan sampai vibrator di sel tahanan Lapas Luwuk. “Ini menandakan sudah ada pembiaran di Lapas Luwuk. Barang barang elektronik sudah dibiarkan di dalam. Enak dong menunggu bebas sambil main play station,” jelasnya.

Disayangkan kata Im, barang semacam itu justru bukan kepunyaan tahanan. Tetapi inventaris kantor yang dipinjamkan ke tahanan. “Wah ini yang tidak beres. Barangkali Lapas yang begini ini hanya satu di Indonesia cuma di Luwuk. Barang kantor disewakan ke tahanan,” sindirnya. (bar)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.