Napi Lapas Cipinang Dituntut 18 Tahun Penjara di Palu

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU –  Tiga terdakwa kasus dugaan tindak pidana narkotika  yang dilimpahkan oleh penyidik Badan Nasional Narkotika (BNN) Pusat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu beberapa waktu lalu telah memasuki tahap tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ketiga terdakwa itu yakni Arifuddin alias Ait, M Ansyar dan terdakwa Fikri. Mereka menjalani sidang penuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Selasa (22/8). Dalam tuntutan JPU yang dibacakan  I Made Sukerta SH, terdakwa Arifuddin alias Ait yang merupakan narapidana tahanan lapas cipinang karena kasus narkotika ini, kembali dituntut pidana penjara selama 18 tahun penjara. Sedangkan dua terdakwa lain M Ansyar dan Fikri dituntut 16 tahun penjara.

“Menyatakan perbuatan terdakwa Arifuddin alias Ait telah terbukti sebagaimana dakwaan primer,” ungkap Made menbacakan tuntutan terdakwa Arifuddin.

Dalam amar tuntutan perbuatan ke tiga terdakwa berkas terpisah ini, terbukti secarah sah dan meyakinkan bersalah sebagaiman ketentuan dakwaan primer. Atau perbuatan ketiganya terbukti bertentangan dengan ketentuan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana narkotika.

- Periklanan -

“Menuntut pidana denda kepada terdakwa Arifuddin, sebesar Rp 3 miliar, jika tidak dibayar diganti dengan kurungan penjara selama satu tahun,” kata I Made lagi. Demikian pula pidana denda yang dijatuhkan kepada terdakwa M Ansyar dan Fikri.

Pertimbangan atas tuntutan pidana ke tiga terdakwa ini, adalah perbuatan para terdakwa telah meresahkan masyarakat dan tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana narkotika. Selanjutnya pada Senin (28/8) ketiga terdakwa di jadwalkan akan menjalani sidang pembacaan putusan. Sidang pembacaan tuntutan ketiga terdakwa ini dipimpin oleh Aisa H Mahmud SH MH.

Diberitakan sebelumnya terdakwa Arifuddin, M Ansyar dan Fikri merupakan tiga terdakwa narkotika hasil tangkapan tim BNN Pusat di salah satu ekspedisi di seputaran Keluarahan Birobuli, Palu Selatan. Saat mengambil paket itu pada tanggal 2 Februari 2017 sekitar pukul 14.00 Wita. Awalnya terdakwa M. Ansyar ditelepon oleh tersangka Arifuddin dari Lapas Cipinang untuk mengambil paket kirimannya di salah satu ekspedisi di seputaran Keluarahan Birobuli, Palu Selatan.

Saat mengambil paket itupetugas BNN langsung menangkap tersangka M. Ansyar bersama barang titipannya yang dibungkus dengan baju kaos. Setelah dibuka, petugas menemukan Babuk berupa tiga bungkus paket dalam plastik bening seberat 851,6 gram. Tidak lama kemudian di hari yang sama, BNN menangkap Fikri di rumahnya Jalan Imam Bonjol Kelurahan Siranindi Kecamatan Palu Barat. Pengembangan dari dua tersangka itulah kemudian menetapkan Arifuddin sebagai tersangka dalam perkara ini. Status Arifuddin sekarang sebagai narapidana kasus yang sama.

Selain ketiga terdakwa, Pengadilan Negeri Palu juga melangsung sidang tiga terdakwa narkotika hasil tangkapan BNNP Sulteng di Jalan Patimura. Tiga terdakwa itu Megawati Alias Mega,  Abdillah Adi Wahab Alias Opo dan terdakwa Andry Ang Chandra Alias Ko Adi. Agenda ketiganya seharusnya putusan dari Majelis Hakim. Namun baru Megawati alias Mega yang putusannya dibacakan. Dia dihukum  pidana 8 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan. Dia terbukti melanggar ketentuan Pasal 114 UU tentang pemberantasan tindak pidana narkotika. Terhadap putusan itu Megawati alias Mega yang sebelum dituntut pidana 12 tahun penjara hanya bisa pasrah bahkan harus menangis.

Sementara dua terdakwa berkas terpisah lainnya Opo dan Ko Adi putusannya masih ditunda. Kemarin keduanya hanya  dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa lainnya lagi yang terlibat perkara yang sama namun baru disidangkan yakni terdakwa Yahya Ang alias Ko Ade. Sidang tiga terdakwa Narkotika ini serta terdakwa Ko Ade dipimpin oleh I Made Sukanada SHMH. (cdy)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.