Napi Kabur dari Lapas Palu Ditangkap di Poso karena Mencuri Lagi

- Periklanan -

POSO – Aparat kepolisian resor (polres) Poso telah menitipkan Novianto Taroreh alias Novianto (40), seorang narapidana kasus pencurian yang kabur dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) Palu pascabencana gempa bumi dan tsunami Palu pada September 2018 lalu ke pihak rumah tahanan (rutan) kelas 2b Poso, Jumat (22/5) petang. Selain Novianto, polisi juga menyerahkan Emil Lameande alias Emil (46), eks narapidana rutan Poso, yang baru bebas karena asimilasi.

Baik Novianto maupun Emil kembali ditangkap polisi karena melakukan tindak pidana pencurian di wilayah hukum polres Poso. “Keduanya kita serahkan ke pihak rutan Poso karena masih berstatus sebagai warga binaan,” jelas Kepala Satuan Reskrim Polres Poso, Iptu Aji Nugroho, Jumat (22/5) petang.

Dijelaskannya, sebelum diserahkan ke pihak Rutan Poso, kedua napi tersebut sudah mendekam selama dua pekan terakhir di sel tahanan Mapolres Poso atas kasus tindak pidana pencurian.

- Periklanan -

“Dua orang tersangka tersebut sudah kita serahkan ke Rutan Poso. Mereka kita titip sambil menjalani proses hukum selanjutnya atas kasus pencurian,’’ ungkap Kasat Aji. Diketahui, Emil (46) warga Kelurahan Ronononcu, Kecamatan Poso Kota Selatan (PKS) dan Novianto Taroreh (40) warga Kelurhan Moengko ,Kecamatan Poso Kota.

Emil merupakan napi asimilasi dari Rutan Poso tersangkut kasus tindak pidana pencurian rumah kosong, sementara Novianto ditangkap yang ditangkap oleh Polisi atas dugaan tindak pidana pencurian ringan dan merupakan salah satu DPO dari Lapas Petobo. “Dua Napi yang kita tangkap dan sudah diserahkan ke Rutan Poso ini, satu orang merupakan napi asimilasi lapas Poso dan satu orang lagi DPO dari Lapas Petobo yang kabur saat terjadi musibah bencana alam Palu tahun 2018 lalu,” tandas Kasat Reskrim.

Pihak Kepolisian Resort Poso memastikan khusus tersangka Novianto Taroreh, menjadi DPO Lapas Petobo Palu atas kasus pencurian yang dilakukannya sebelum terjadi bencana alam terjadi di Palu tahun 2018. Novianto divonis oleh Pengadilan dengan kurungan penjara selama 1 tahun 6 bulan. Tapi baru menjalani 5 bulan masa tahanan di Lapas Petobo, dia sudah kabur meninggalkan Lapas saat terjadi gempa bumi Palu dan tidak pernah kembali sebelum akhirnya ditangkap oleh personil Polres Poso atas kasus pencurian. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.