alexametrics Musda Tertunda Disebabkan Dinamika Positif para Kader – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Musda Tertunda Disebabkan Dinamika Positif para Kader

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Palu baru saja menggelar Musyawarah Daerah (Musda), yang digelar pada Sabtu (29/8). Namun disebabkan oleh berbagai hal hingga Musda yang akan melahirkan pimpinan yang kapabel menghadapi Pilkada serentak tahun 2020 dan pemenangan Pemilu 2024 tidak bisa diteruskan.

Mengenai deadlock Musda tersebut, Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Amran Bakir Nai, menjelaskan sebab musabab sekaligus pemicu hingga Musda itu tertunda.

Dikatakan Amran Bakir Nai, pada prinsipnya kejadian di Musda Partai Golkar Kota Palu itu adalah sebuah dinamika.

“ Kejadian yang terjadi di Musda Partai Golkar Kota Palu itu adalah dinamika yang positif. Letupannya merupakan refleksi kecintaaan kader-kader Partai Golkar terhadap perkembangan dan perjalanan partai kedepan, “ ungkapnya.

Dijelaskan Amran kecintaan positif itu menginginkan, menghendaki ada hal yang lebih bagus kedepan. Sehingga ketika ada variabel-variabel yang tersumbat itu harus dibenahi yang kebetulan Musda di Kota Palu itu adalah forum tertinggi tingkat Kota Palu. Sehingga semua aspirasi di situ betul-betul tersalurkan dengan baik, secara terbuka dan komprehensif.

“ Nah, salah satu pemicu dalam Musda kemarin itu kelihatan ada yang tersumbat antara suara-suara dari Kelurahan yang diwakili secara representatif oleh Pimpinan Kelurahan dengan Pimpinan Kecamatan ada yang tersumbat. Ada yang belum terbuka dibicarakan. Inilah pemicu yang terjadi di dalam Musda kemarin. Dimana pimpinan Kecamatan membuat pernyataan mendukung si A, sementara pimpinan Kelurahan aspirasi kehendak dari Pimpinan kelurahan itu berharap dilibatkan dalam persoalan-persoalan aspirasi, “ urainya.

Melihat situasi tidak memungkinkan lagi, sehingga proses sidang yang dipimpian Amran Bakir Nai itu harus dihentikan sementara. Karena tidak kondusif lagi.

“Oleh karena itu harapan kita kedepan, secara formal kelembagaan bahwa pengurus DPD II Partai Golkar Kota Palu sudah demisioner, maka sekarang diambil alih dan dipegang oleh pimpinan Musda yang terdiri dari lima orang, yang dipilh dari dan oleh peserta Musda, “ terangnya lagi.

Ditegaskan Amran, inilah aspirasi yang akan dibawa ke tingkat di atasnya dalam hal ini kepada Ketua DPD I Partai Golkar Sulteng untuk meminta fatwa.

Selanjutnya, kata Amran, karena bertepatan Kota Palu ini mau Pilkada sementara tuntutan dari pihak eksternal bahwa kita harus koordinasi dengan KPU maka kemungkinan besar DPD Golkar Sulteng akan mengambil alih kepemimpinan DPD II Partai Golkar Kota Palu, dan diberikan kepada Pelaksana tugas (Plt) untuk menjadi ketua di Golkar Kota Palu, dalam rangka menghantar proses-proses Pilkada di Kota Palu untuk mendaftarkan calon Walikota kita ke KPU.

“ Harapan kita, mudah-mudahan dengan Plt ini semua bisa berjalan dengan kondusif, dan tidak membuat pecah belah diantara kader-kader kita di Golkar Kota Palu, “ tandasnya.

Mengengai tugas dan penetapan Plt tidak bisa ditunda, disebabkan pendaftaran pasangan calon (Paslon) ke KPU itu akan dimulakan pada 4, 5, dan 6 September. “ Artinya, legitimasi pengurus Partai Golkar Kota Palu sebelum tanggal 4 September itu sudah harus terbit SK nya. Sedangkan Musda akan tetap dilanjutkan setelah suasananya kembali kondusif, “ pungkasnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.