Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Musda ke-15 GpdI Sulteng, Menjali Kasih Demi Persaudaraan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Staf Ahli Gubernur H Mohammad Hidayat Lamakarate memukul gong menandai dimulaiya Musda XV GPDI Sulteng, Selasa (25/7) lalu. Acara pembukaan musda dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-77 GPDI. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU- Staf Ahli Gubernur H Mohamad Hidayat Lamakarate, mewakili Gubernur Sulawesi Tengah membuka secara resmi musyawarah daerah ke 15 Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI) Sulteng dan peringatan HUT ke 77 GPDI di auditorium Best Western Hotel pada Selasa (25/7). Di depan 1000 jemaat yang hadir, Hidayat meminta agar GPDI berperan aktif dalam membangun daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

Sebagai aparatur pemerintah, Hidayat berharap agar GPDI dapat bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk terus berkomitmen dalam pencapaian cita-cita pembangunan melalui peningkatan pembinaan umat kristiani. Kepada peserta Musda agar dapat pula memberikan masukan dan mengusulkan program yang positif.

“Apapun programnya saya harap dapat sejalan dengan program pemerintah daerah yaitu apa yang menjadi visi dan misi Sulawesi tengah lima tahun ke depan, yaitu terwujudnya Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing. Kemudian saya menaruh harapan besar kepada semua peserta dalam memberikan masukan, sehingga apapun yang dibahas dapat menghasilkan harapan baru bagi organisasi, anggota dan jemaat dalam pelayanan gereja”. Terang Hidayat.

Pendeta GPDI Sulawesi Tengah Y A Muniaka mengatakan bahwa musyawarah daerah menjadi momentum guna mempererat dan meningkatkan pelayan umat dan membangun daerah. “Gunakan kesempatan ini sebagai kesempatan emas. Memperkokoh persekutuan dan persaudaraan. Guna menunaikan panggilan Tuhan. Karena tantangan dalam pelayanan bertambah banyak”. Kata Pendeta Muniaka.

Pengurus Pusat GPDI Pendeta Pantekosta Indonesia Prof. Karel Silitonga berharap agar Gereja Pantekosta yang sudah  berumur 77 tahun dapat semakin baik dalam melayani jemaat.  “Jangan ada blok-blokan, kita samua bersaudara, karena kita gembala gereja Indonesia”. Seru Pendeta Karel.

Gelaran Musda GPDI yang turut dihadiri oleh jajaran Forkompinda mengangkat tema ‘’Menjadi jemaat yang kokoh, bertumbuh, terang dan mulia’’. (sya/*)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.