Mulai 6 Januari, Masuk Kota Palu Wajib Rapid Tes

Bagi Pelaku Perjalanan dari Zona Merah dan Hitam

- Periklanan -

PALU – Mulai 6 Januari 2021 mendatang, Pemerintah Kota Palu beberapa waktu lalu menyetujui kembali penerapan penggunaan hasil rapid tes antibodi bagi pelaku perjalanan, yang berasal dari zona merah dan hitam di pos-pos perbatasan pintu masuk kota Palu.

Padahal dalam pemberitaan sebelumnya di harian Radar Sulteng, Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Kesehatan Kota Palu mengakui, kalau pelaku perjalanan bukan lagi sebagai bagian dari efektifitas dalam penyebaran kasus positif covid-19 di kota Palu, melainkan penyebaran kasus positif covid-19 akibat dari transmisi lokal oleh masyarakat kota Palu itu sendiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr. Husaema mengatakan, sumber utama saat ini dalam penyebaran kasus covid-19 yakni pelaku perjalanan dan transmisi lokal.

Artinya jika pelaku perjalanan yang berasal dari zona merah dan hitam tidak dibatasi dengan rapid tes antibodi, begitupun sebaliknya dengan penyebaran melalui transmisi lokal, maka kota Palu merupakan salah satu daerah dengan tingkat risiko penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi.

Sehingga, dari hasil pertemuan beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Palu telah menyetujui untuk menerapkan kembali di pos-pos perbatasan pintu masuk kota Palu dengan menggunakan hasil rapid tes anti bodi, bagi pelaku perjalanan yang hendak masuk ke dalam kota.

- Periklanan -

“Mulai berlaku tanggal 6 Januari mendatang, harus memperlihatkan hasil non reaktif rapid tes antibodi bagi pelaku perjalanan dari daerah zona merah dan hitam. Untuk mengetahui daerah zona merah dan hitam, bisa di lihat dari hasil updating Pos Data dan Informasi (Posdatin) covid-19 provinsi,” ungkapnya kepada Radar Sulteng kemarin, Minggu (27/12).

Sementara, bagi pelaku perjalanan yang tidak memperlihatkan hasil rapid tes non reaktif antibodi di pos pelayanan kesehatan pintu masuk, ada dua alternatif yang harus dipilih, yakni melakukan pemeriksaan hasil rapid tes antibodi berbayar atau kembali ulang ke daerah asal.

“Ini sudah keputusan bersama, bagi pelaku perjalanan tidak bawa hasil non reaktif dan tidak mau memeriksakan secara mandiri di pos pelayanan kesehatan, balik ulang ke daerah asal. Biaya pemeriksaan rapid tes antibodi sesuai dengan peraturan dari Kementerian Kesehatan itu Rp150 ribu,” tambahnya Husaema.

Untuk penjagaan di pos-pos perbatasan lanjut dia, meskipun mulai diterapkan pada 6 Januari mendatang, namun dia belum bisa memastikan sampai kapan bakal berakhir pemeriksaan di pos perbatasan pintu masuk kota Palu.

“Sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sehingga kita berharap dua-dua kita tertibkan dengan transmisi lokal dan pelaku perjalanan, transmisi lokal akan diperketat dengan protokol kesehatan begitupun dengan pelaku perjalanan dengan hasil rapid tes antibodi,” tandasnya.(zal)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.