MUI Palu Serahkan Bantuan Sembako dan Masker

- Periklanan -

PALU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palu membagikan paket sembako kepada panti asuhan dan masker untuk takmir masjid yang menjadi binaan MUI Palu, kemarin (21/11).

Pembagian dilakukan di kantor MUI Palu, Jalan SIS Aljufrie, secara simbolis. Pembagian secara simbolis dilakukan hanya kepada beberapa panti asuhan dan takmir masjid untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Ketua MUI Palu, Prof Dr H Zainal Abidin MAg menerangkan pembagian sembako ini merupakan program bulanan MUI Palu selama masa Pandemi Covid-19 untuk membantu masyarakat. Pembagian sembako bulan ini sambung Prof Zainal, juga dilaksanakan bersamaan dengan peringatan maulid Nabi dan silaturahmi dengan takmir masjid dan jamaah Palu Subuh Berkah (PSB).

- Periklanan -

“Tentu sebagai mitra pemerintah, Majelis Ulama Indonesia tetap berusaha melakukan sosialisasi, mengajak masyarakat kita untuk patuh dan taat terhadap protokol kesehatan. Salah satu bentuknya itu, hari ini kita membagikan masker,” kata guru besar IAIN Palu itu.

Lanjut Prof Zainal menjelaskan, pembagian masker ini juga sebagai simbol bahwa MUI Palu, mengajak masyarakat patuh pada aturan dengan menggunakan masker. Dengan pembagian masker kepada takmir masjid ini juga sambungnya, sehingga jamaah di masjid diharapkan senantiasa menggunakan masker saat beribadah.

“Kita ajak secara baik-baik, jika ada yang datang ke masjid tidak menggunakan masker, maka kita berharap, pegawai masjid, pegawai syara, bisa mengajak mereka secara baik untuk menggunakan masker,” ucap Ketua FKUB Sulteng itu.

Ketua Dewan Penasehat MUI Palu, H Syamsudin Oemar menambahkan semangat dilaksanakannya program sedekah ini ialah untuk meringankan beban masyarakat di tengah Pandemi. Sebelumnya kata H Syamsudin, MUI Palu juga melaksanakan program khitanan massal. Hanya saja, karena mempertimbangkan penerapan protokol kesehatan, program khitanan massal itu, diganti dengan program sedekah.

“MUI selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan. Sehingga PSB, dihentikan sementara Maret 2020. Namun seiring wabah covid akhirnya program PSB diganti khitanan massal dan pembagian sembako,” demikian ucap H Syamsudin Oemar. (Saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.