Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

MUI Palu Sahur Bersama Masyarakat Loli Dondo

PALU-Pertama kalinya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palu sahur bersama masyarakat Donggala, tepatnya di Masjid Ar Rahmat, Desa Loli Dondo, Sabtu (1/6). Sahur bersama ini juga bersamaan dengan pelaksanaan Salat Tasbih berjamaah yang digagas MUI Palu.

Ketua MUI Palu, Prof Dr H Zainal Abidin MAg kepada awak media menerangkan, program Salat Tasbih dan sahur bersama yang diinisiasi Dewan Penasehat MUI Palu, H Syamsudin Oemar bertujuan agar masyarakat bisa faham dengan tata cara pelaksanaan salat sunnah yang sangat dianjurkan itu. Kata dia, masyarakat sudah sering disampaikan keutamaan Salat Tasbih, manfaat Salat Tasbih, tapi melalui program MUI Palu ini, diharapkan masyarakat tahu cara pelaksanaan Salat Tasbih.

“Berkaitan dengan tempat, di Desa Loli Dondo ini, sebenarnya oleh Bapak Penasehat Majelis Ulama Indonesia dimaksudkan adalah selain memberikan pembelajaran ke masyarakat bahwa tidak sekadar ceramah tentang Salat Tasbih tapi Penasehat Majelis Ulama Indonesia Kota Palu menginginkan ada praktik di tengah masyarakat kita. Beginilah sebenarnya Salat Tasbih,” terang Ketua MUI Palu, Prof Zainal Abidin.

Salat Tasbih kata Prof Zainal, didasarkan pada ajaran Rasulullah. Orang yang mengamalkan Salat Tasbih secara rutin kata dia, sesuai janji Rasulullah, dosa-dosanya di masa lalu, saat ini, dan akan datang akan diampuni Allah.
“Apalagi kita melakukannya di bulan Ramadan, bulan penuh ampunan, bulan di mana amal ibadah kita dilipatgandakan oleh Allah subhana wa ta’ala. Dan tidak menutup kemungkinan pelaksanaan Salat Tasbih ini bertepatan dengan malam turunnya lailatul qadar,” jelasnya.

Sahur bersama kata Prof Zainal dimaksudkan agar masyarakat Desa Loli Dondo makin terjalin silaturahminya dengan MUI Palu. MUI Palu sambungnya, juga ingin agar masyarakat Desa Loli Dondo tahu bagaimana nikmatnya sahur bersama.
“Inilah yang dimaksudkan oleh Nabi bersahurlah engkau karena di dalam sahur itu ada berkah. Hari ini kita menyaksikan keberkahan itu. Di mana orang ceria, di mana orang bisa berdiskusi, di mana orang bisa tukar pikiran di dalam masjid seperti ini, terjalin persaudaraan dan silaturahmi yang saya kira sangat positif,” tambahnya.

Dewan Penasehat MUI Palu, H Syamsudin Oemar, kepada media ini mengatakan punya keinginan untuk menjadikan Desa Loli Dondo sebagai kawasan religi. Desa dengan penduduk 1.500 an jiwa ini berada di antara Kota Palu, dan pusat ibu kota Kabupaten Donggala. Posisinya yang strategis menurut H Syamsudin, Desa Loli Dondo adalah kawasan yang istimewa asal dikelola dan kawal dengan baik. H Syamsudin menuturkan, rencananya, MUI Palu juga akan memusatkan pelaksanaan Salat Idul Fitri di Masjid Ar Rahmat sebagi bagian dari mewujudkan Desa Loli Dondo kawasan religi. Dalam sahur bersama ini, selain dihadiri masyarakat Desa Loli Dondo, Kades Loli Dondo, Arwin Lanutju, Wakapolres Donggala, Kompol Abu Bakar, juga dihadiri masyarakat Kota Palu yang berangkat bersama rombongan MUI Palu sebelum pukul 02.00 dini hari.

MUI Palu sebelumnya sudah menyampaikan kepada masyarakat akan dilaksanakan Salat Tasbih dan sahur bersama di Masjid Ar Rahmat, Desa Loli Dondo. MUI Palu juga menyediakan kendaraan operasional yang digunakan masyarakat Palu untuk berangkat bersama-bersama menuju Donggala.

Di Ramadan kali ini, MUI Palu melaksanakan Salat Tasbih dan sahur bersama, sebanyak 3 kali. Sebelumnya, MUI Palu telah melaksanakan Salat Tasbih dan sahur bersama di Musolla Al Mubarak, Jalan Diponegoro. Kemudian, di Masjid Al Ihsan, Jalan Otto Iskandardinata, dan kini, di Masjid Ar Rahmad, Desa Loli Dondo, Kabupaten Donggala. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.