alexametrics MUI Palu Berencana Gelar Sunatan Setiap Bulan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

MUI Palu Berencana Gelar Sunatan Setiap Bulan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Sunatan massal dilaksanakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palu, kemarin (23/8). Sunatan yang diikuti, 38 anak ini dipusatkan di Masjid Ar Rahmat, Desa Loli Dondo.

Dalam pelaksanaannya, sunatan massal ini menerapkan protokol Covid. Bahkan, anak yang bakal disunat, dilakukan rapid test terlebih dahulu guna memberi jaminan kesehatan bagi tenaga medis dan anak yang bersangkutan.

Sebagian besar anak yang disunat merupakan anak di Desa Loli Dondo serta desa tetangga. Selain itu, ada juga peserta juga berasal dari Kota Palu. Bahkan, 7 dari 38 anak yang disunat merupakan non muslim yang berasal dari Kabupaten Sigi.

Ketua MUI Palu, Prof Dr H Zainal Abidin MAg menjelaskan, pelaksanaan sunatan massal ini untuk membantu masyarakat. Terlebih di masa Pandemi, salah satu upaya MUI ialah dengan memfasilitasi sunatan gratis.

“Berkaitan ada non muslim, juga kita tidak boleh melarang. Atas pertimbangan dan keikhlasan yang bersangkutan. Tidak ada unsur paksaan dari siapapun,” kata Prof Zainal.

Sunat dijelaskan Prof Zainal merupakan ajaran Islam yang tujuannya untuk kebersihan. Olehnya kata Prof Zainal, jika non muslim sepemikiran dengan ajaran Islam itu, dan tidak ada unsur paksaan ingin ikut pada sunatan massal yang dilakukan MUI, juga dibolehkan.

“Kita tidak punya hak untuk melarang orang. Selama dalam pandangan dia bahwa sunat itu baik mungkin dari sisi kesehatan. Mungkin bukan dari sisi agama dia memandang, mungkin dari sisi kesehatan. Hubungan suami istri menjadi lebih bagus. Dan kebersihan,” terangnya.

Ketua Dewan Penasehat MUI Palu, H Syamsudin Oemar menambahkan, kegiatan sunatan massal merupakan agenda tahunan MUI. Awalnya dijelaskan H Syamsudin, kegiatan sunatan massal dilaksanakan di Pertamina, sejak 2000 dipusatkan di Musalla Al Mubarak.

“2016 Masjid Ar Rahmat berdiri sebagai pusat kajian MUI. Jadi mulai 2016, kita adakan di sini,” jelasnya.

Sebagai lembaga resmi, MUI lanjut H Syamsudin senantiasa mengikuti anjuran dari pemerintah. Bahkan pelaksanaan sunatan massal ini, menerapkan protokol Covid yang ketat. Hingga pada rapid test seluruh yang bakal disunat.

Selain itu, patuhnya MUI pada aturan lanjut Direktur Utama PT Macindo Mitra Raya ini, MUI untuk sementara masih menghentikan program Palu Subuh Berkah dan menggantinya dengan program sedekah yang tidak mengumpulkan banyak orang tapi tetap menebar manfaat untuk banyak orang.

“Rencananya, nanti sunatan ini dilaksanakan setiap bulan di kantor MUI. Agar tidak mengumpulkan banyak orang. Jadi tiap bulan bisa 20 orang yang disunat. Tapi jika akhir tahun masih ada yang mau disunat, juga kita bisa laksanakan. Ini juga salah satu program sedekah kita. Membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.