MUI Palu Bagikan 35 Paket Sembako

H Syamsudin : Ibadah Terbaik di Masa Pandemi ialah Sedekah

- Periklanan -

PALU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu membagikan 35 paket sembako kepada pengurus panti asuhan dan jamaah Palu Subuh Berkah (PSB) dan Palu Magrib Berkah (PMB). Pembagian itu dilakukan di Kantor MUI Palu, Jalan SIS Aljufri, kemarin (18/10).

Pembagian yang dilakukan di kantor MUI Palu itu dilaksanakan terbatas hanya kepada perwakilan panti asuhan. Tiga panti asuhan yang mendapat paket sembako ini ialah Panti Asuhan Tahfidzul Qur’an Sabiilillaah, Panti Asuhan Nurul Huda Sidik, dan Panti Asuhan Nurul Khairaat kedondong.

Selebihnya pengurus MUI Palu bakal mendistribusikannya secara langsung kepada para jamaah PSB dan PMB yang membutuhkan. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah berkumpulnya banyak orang dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Dewan Penasehat MUI Palu, H Syamsudin Oemar menyampaikan program sedekah ini merupakan pengganti dari program PSB dan PMB yang dilakukan MUI Palu sebelum pandemi. Dia menjelaskan, sebagai lembaga resmi, MUI Palu harus memberikan contoh yang baik. Makanya kata H Syamsudin, PSB untuk sementara dihentikan demi kemaslahatan bersama dan menjaga umat tetap sehat dan terhindar dari Covid.

“Saya bersyukur, MUI bisa berbuat. Memikirkan bagaimana cara beribadah yang baik di masa pandemi. Olehnya MUI Kota Palu melaksanakan program sedekah,” kata H Syamsudin.

H Syamsudin menyampaikan, bantuan paket sembako ini diharapkan dapat dapat meringankan beban pengelola panti asuhan serta jamaah PSB yang kurang mampu. Kepada para anak panti asuhan, H Syamsudin menyampaikan pesan agar mereka tetap percaya diri. Sebab lanjutnya, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki. Bisa saja, mereka nantinya bakal menjadi orang yang sukses dan menjadi seorang pemimpin.

- Periklanan -

“Nggak usah minder. Kita semua sama aja. Buktikan bahwa kita itu bisa. Tetap lanjutkan pendidikannya,” kata Presdir PT Macindo Mitra Raya itu.

Ketua MUI Palu, Prof Dr KH Zainal Abidin MAg menambahkan, bantuan yang diberikan ini merupakan bentuk kepedulian MUI untuk membantu masyarakat khususnya panti asuhan di masa Pandemi.

Selain kepada panti asuhan, paket sembako ini lanjutnya juga nanti bakal diberikan kepada jamaah PSB yang membutuhkan. Prof Zainal menambahkan, sesuai arahan dari Dewan Penasehat MUI Palu, untuk menjawab pertanyaan umat terkait program PSB yang terhenti, MUI Palu saat ini sedang mendesain pelaksanaan PSB dengan protokol kesehatan. Salah satu yang diatur lanjut Prof Zainal ialah jarak antar jamaah yang harus satu meter dan keharusan menggunakan masker.

Rencananya kata Prof Zainal, bulan depan, MUI Palu bakal mulai memberikan contoh pelaksanaan salat yang tepat dengan penerapan protokol kesehatan. Patron ini sambungnya bisa menjadi acuan masjid-masjid untuk melakukan salat berjamaah dengan protokol kesehatan agar jamaah tidak tertular Covid-19.

“Jadi mungkin datang, berjarak. Satu meter, satu orang. Kira-kira begitu nanti kita akan terapkan. Itu contoh. Mudah-mudahan bulan depan. Melakukan zikir tetap mematuhi protokol kesehatan. Sehingga umat ini kita ajar. Kita didik supaya makin dewasa mematuhi protokol kesehatan. Mematuhi protokol kesehatan itu adalah bagian dari ajaran agama, karena ajaran agama meminta kita untuk hidup sehat,” pungkasnya.

Hadir pada kegiatan ini, Sekretaris Umum MUI Palu, H Muhammad Munif SAg MA, Wakil Ketua MUI Palu, Drs Sagir M Amin MPdI, Wakil Sekretaris MUI Palu, Drs Ulumuddin Ahmad MSi, dan Ust Yasser Lc MPdI. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.