MUI Minta Pelaku Pemukulan di Desa Lipubogu Diproses Hukum

- Periklanan -

BUOL-Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kabupaten Buol mengecam keras atas tindakan anarkis oleh oknum warga yang sengaja memukul pemerintah desa dan anggota Pelindung Masyarakat (Linmas) atau Hansip di Desa Lipubogu Kecamatan Gadung Kabupaten Buol.

Pemukulan terjadi usai jamaah melaksanakan salat Ied di masjid Al Nikmat Desa Lipubogu, pada Minggu pagi (24/5).

Kepala Desa (Kades) Lipubogu, Hamsa Husain dan anggota Hansip serta aparat kepolisian merupakan tim satgas desa dalam penanganan Covid-19 untuk memberi imbauan kepada semua jamaah agar mematuhi aturan pemerintah berhubung desa tersebut masuk zona merah penyebaran virus corona dan sedang berlangsung penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diseluruh Kabupaten Buol.

Imbauan pemerintah desa kepada seluruh jamaah agar selesai melaksaksanakan  salat Idul Fitri supaya tertib pulang ke rumah masing-masing tidak perlu lagi kumpul-kumpul di jalan, namun sebagian warga yang tidak terima arahan tim satgas sehingga memicu keributan.

- Periklanan -

“Saya sudah menerima penyampaian dari Camat Gadung tentang permasalahan ini,” ungkap ketua MUI Kabupaten Buol Drs. H. Abdullah Lamase, M.Pd, kepada Radar Sulteng, Senin (25/5).

Ia mengatakan apapun alasan warga kalau sudah melakukan kekerasan dengan melakukan pemukulan tentu tindakan itu tidak terpuji dan bertentangan dengan ajaran agama Islam. Mestinya di suasana lebaran Idul Fitri saling bermaaf-maafan antara manusia dengan manusia lainnya. Saling ingat mengingatkan demi kebaikan bersama, apalagi dengan adanya penyebaran virus corona di desa itu. MUI sudah melakukan penulusuran atas kasus di desa itu yang ternyata mereka (warga jamaah, red) sudah selesai melaksanakan salat Idul Fitri di masjid, setelah selesai dan keluar masjid diberi imbauan dari tim Satgas yang dipimpin pemerintah desa untuk segera pulang ke rumah masing-masing namun karena kurangnya pemahaman sehingga terjadi keributan.

“Kami dari MUI sangat tidak sependapat dengan tindakan pemukulan yang dilakukan warga terhadap sesama umat,” ujar H. Abdullah Lamase.

Dijelaskannya MUI meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pemukulan karena sudah masuk pidana. Tindakan kekerasan, tidak bisa dibiarkan hal semacam ini terjadi, sebab dapat memecah belah persatuan dan kerukunan umat beragama dalam satu wilayah.

“Kita minta polisi sebagai penegak hukum agar melaksanakan ketentuan yang berlaku untuk mengusut tuntas permasalahan di Desa Lipubogu,” demikian H. Abdullah Lamase.(tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.