MUI Minta Nama Rumah Sakit Mokoyurli Ditinjau Kembali

- Periklanan -

BUOL-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buol meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol dan DPRD selaku wakil rakyat, untuk meninjau kembali nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUU) Mokoyurli yang berarti Sembuh untuk diganti dengan nama yang lain. Karena, nama yang digunakan sekarang ini dianggap takabur mendahului ketentuan Tuhan dalam proses pelayanan kesehatan pasien yang datang berobat.

“Kita minta agar pemberian nama ini perlu ditinjau kembali, agar tidak menimbulkan multi tafsir yang berbeda di tengah masyarakat kita, ” ungkap Ketua MUI Kabupaten Buol, ustaz Abdullah Lamase, kepada Radar Sulteng, Senin (7/10).

Ia mengatakan, sebaiknya dalam memberikan nama pada sebuah bangunan pelayanan publik harus melibatkan ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta elemen akademis, agar dalam praktik pelaksanaan tidak menimbulkan polemik apalagi pada pelayanan kesehatan yang sifatnya kemanusiaan. Dikatakannya, saat ini keluhan terhadap pelayanan di rumah sakit selalu ada, karena konsep pemberian nama Rumah Sakit menjadi acuan pasien yang datang berobat. Pada prinsipnya, masih ada yang dirujuk ke daerah lain untuk berobat atau tidak, disangka meninggal di rumah sakit.

- Periklanan -

Karena itu, MUI mengusulkan agar nama itu diganti dengan “Pongunoman” yang berarti Pengobatan. Kajian ini identik dengan ciri khas sebuah rumah sakit atau rumah perawatan, ada rumah sakit ada dokter, ada perawat, dan ada obat sehingga kesannya baik pada masyarakat yang datang berobat setiap hari.

Dalam pemberian nama, tegas Lamase, sebaiknya jangan disayembarakan, tetapi kita bahas bersama, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan akademisi.

“Kita berharap agar Pemerintah Kabupaten Buol dapat menyahuti aspirasi ini dengan baik, supaya keluh kesah setiap warga yang datang berobat teratasi dan terhindar dari anggapan yang menimbulkan masalah, ” demikian Abdulalah Lamase.(tam) 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.