Muhidin Perjuangkan Berbagai Program untuk Masyarakat Sulteng

- Periklanan -

PALU-Sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Muhidin Muhammad Said, sedang memprogramkan berbagai usulan ke pemerintah pusat sebagai mitra kerjanya untuk masyarakat Sulteng.

“ Saya sedang merencanakan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan bagi masyarakat Sulawesi Tengah pada tahun 2020 nanti, tentu saja setelah kami kemarin pada tanggal 1 Oktober dilantik kembali sebagai anggota DPR Republik Indonesia, “ tutur H. Muhidin kepada Radar Sulteng, Selasa (1/10).

Ia lalu menguraikan semua program yang akan dilakukannya pada tahun 2020, yakni program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di 27 desa di Sulteng, dan di sembilan kelurahan di Kota Palu. Ditambah bantuan rumah khusus di Kasimbar Utara Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

“Saya sedang memperjuangkan perumahan swadaya ini ke pemerintah pusat melalui Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), “ ungkapnya.

Menurutnya, program ini adalah bentuk perhatian dari dirinya ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) di setiap kabupaten dan kota yang ada di Sulteng. Setelah itu lima desa di Poso, 13 desa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), empat desa di Tojo Unauna (Touna), dua di Banggai, enam di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), lima di Buol, tiga di Tolitoli, dan sembilan desa di Kota Palu.

- Periklanan -

Kemudian, usulan Program Percepatan Pembangunan Tata Guna Air (P3TGA) berupa irigasi tahun 2020, di 38 titik irigasi, dengan sebarannya di 33 desa di Kabupaten Sigi, dan lima titik di wilayah Kota Palu.

Selanjutnya adalah, usulan Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) tahun 2020, di 16 kecamatan yang ada di Sulteng, yakni Kabupaten Sigi, Donggala, Poso, Parimo, Touna, Buol, dan Poso menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020.

“ Di Kabupaten Sigi, yang akan dibangun di Kecamatan Dolo, Tanambulava, dan Kulawi Kabupaten Sigi. Berupa drainase, pembangunan jalan di kantong produksi. Setiap desa Rp 200 juta, “ bebernya lagi.

Tidak hanya itu, Muhidin juga menjelaskan ada lagi program yang akan terkoneksi dengan Kementerian PU di Dirjen Cipta Karya, yaitu program Tanpa Kumuh Kotaku khusus di ibu kota Provinsi Sulteng, Kota Palu. Program ini akan dilakukan di Kelurahan Baru dan Kelurahan Kamonji Kecamatan Palu Barat. Bersamaan dengan program pembuatan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Kabupaten Sigi.

“Inilah program-program yang akan kami perjuangkan, sebagai tanggungjawab dari janji-janji yang pernah kami sampaikan, supaya masyarakat Sulawesi Tengah bisa menikmatinya, “ pungkasnya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.