Mudik dengan Mobil Dinas, Pemkot Palu Bersikap Lembek

- Periklanan -

Ilustrasi (@ucha/kompasiana.com)

PALU – Jelang mudik lebaran yang sudah di depan mata, masalah klasik yang biasanya sering dilanggar Aparatur Sipil Negara (ASN), ialah menyalahgunakan penggunaan kendaraan dinas (randis) untuk keperluan mudik. Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, telah mengingatkan aparaturnya agar tidak pakai randis untuk mudik.

Bagaimana dengan Pemkot Palu? Sikap Pemkot Palu justru sebaliknya, kurang tegas menanggapi larangan penggunaan randis untuk dipakai mudik seperti yang dilakukan gubernur.

- Periklanan -

Wali Kota Palu melalui Sekretaris Kota, Asri, menyatakan pihaknya tidak memiliki sanksi tegas kepada oknum ASN yang menggunakan randis saat melakukan perjalanan mudik. “Kalau ada yang tetap pakai, ya paling kena teguran saja,” kata Asri ditemui di halaman Kantor Wali Kota Senin (19/6) lalu.

Karena menurut Asri, ASN Pemkot Palu berbeda dengan yang berada di kota-kota besar. Menurutnya, kalau kota-kota besar tujuan perjalanan mudiknya hingga ratusan kilometer. “Kalau kita di sini, paling jauh ya ke Kabupaten Sigi. Kabupaten tetangga,” terangnya.

Asri juga mengakui, sulit dihindari penggunaan randis untuk keperluan mudik. Pasti ada ASN yang menggunakan randis untuk mudik bersama keluarga. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak dalam memberikan sanksi tegas. “Sanksinya sampai pada teguran. Namun sebelum libur tiba, kami tetap akan ingatkan hal ini,” komitmen sekkot. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.