Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

MotoGP | Menunggu Team Order Honda dan Ducati

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dani Pedrosa (depan) dan Marc Marquez. (Foto: AFP)

PHILLIP ISLAND – Perebutan gelar juara dunia MotoGP 2017 memasuki tiga seri akhir krusial. Akhir pekan ini, MotoGP Australia di Phillip Island, muncul kemungkinan diberlakukannya team order di Repsol Honda dan Ducati, tim yang ridernya memiliki peluang juara.

Berbeda dengan di Formula 1, team order tidak populer di MotoGP. Meski begitu tetap memungkinkan dilakukan jika pembalap kedua punya kecepatan yang tidak terlalu jomplang dengan rider utama dan rivalnya. Yang dimaksud dengan rider kedua adalah rekan satu tim pembalap yang berpeluang menjadi juara dunia.

Nah, rider kedua ini nantinya akan membantu pembalap utama, dalam hal ini, Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati) untuk mengadang laju lawan atau setidaknya membuatnya sibuk bertarung, sementara rekan satu timnya melesat di depan.

Marquez masih memimpin, dan Dovizioso butuh meraup poin sebanyak-banyaknya untuk mengejar gelar juara dunia pertamanya. Apabila memungkinkan, bantuan dari rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, bisa berpengaruh besar. Lorenzo tak perlu bertarung atau menghalangi laju Marquez. Dia hanya perlu finis di depan Marquez, sementara rekan satu timnya, Dovizioso, bisa melaju merebut juara di GP Australia.

Andai Ducati bisa finis 1-2 dan Marquez ketiga, maka defisit poin Dovi bisa menyusut hingga 9 poin menjadi 2 saja. Tapi, Lorenzo sempat mengatakan bahwa belum saatnya membantu Dovi akhir pekan ini. Atau, setidaknya dalam dua seri berikutnya. ”Terlalu pagi untuk membahas apakah saya perlu membantu Dovi. Kecuali jika situasinya mendesak, yakni di balapan terakhir GP Valencia,” ujarnya sebagaimana dilansir Motorsport.

Untuk dua seri berikutnya (GP Australia dan GP Malaysia), kata Lorenzo, jika ada peluang menang dia bertarung semaksimal mungkin. Lorenzo memang bisa membantu Dovi, tapi hanya jika kecepatannya setara dengan Marquez.

Padahal, di banyak lomba Lorenzo seringkali finis jauh di belakang Marquez. Di GP Jepang pekan lalu, dia hanya finis di posisi keenam. Jadi, untuk membantu Dovi rasanya sulit. Sebab, membantu dirinya sendiri untuk beradaptasi dengan Ducati jauh lebih penting.

Apabila dibandingkan dengan Lorenzo, Daniel Pedrosa (Repsol Honda) lebih konsisten. Satu kali menang di GP Barcelona, plus tujuh podium sepanjang musim ini. Jadi, kalaupun Repsol Honda dan Ducati sama-sama melakukan team order, Marquez bakal lebih diuntungkan.

Sayangnya, Phillip Islands bukan trek yang disukai Pedrosa. Di GP Jepang pekan lalu, dia memilih untuk berhenti balapan karena khawatir mengalami kecelakaan yang berdampak buruk di sisa musim. ”Begitu keluar dari zona poin (15 besar) saya memutuskan untuk menghentikan balapan. Daripada saya celaka,” terang Pedrosa.

Menjelang GP Australia, Pedrosa ingin melupakan kenangan buruk di Jepang. Dia mengakui bahwa Phillip Island tak cocok dengan gaya balapnya. Karena itu, dia mengatakan, kerja keras harus dimulai sejak Jumat untuk menemukan setingan pas buat motornya. ”Kami berharap cuaca akan bersahabat akhir pekan ini. Agar kami bisa memahami ban dengan baik dan bertarung di depan,” ujarnya.

Faktor cuaca, terutama hujan dan temperatur trek rendah, memang sangat menyulitkan Pedrosa sepanjang musim in. Sebelum di Jepang, Pedrosa juga kesulitan di Misano saat hujan. Dia finis di posisi ke-14 lebih lambat satu setengah menit dari Marquez di atas motor yang sama. Hujan membuat grip ban sama sekali tak bekerja untuknya. Karena bobot tubuhnya hanya 51 kilogram.

Michelin, sebagai pemasok ban MotoGP mengaku berinvestasi besar untuk mengatasi masalah yang dialami Pedrosa dengan postur mungilnya itu. ”Kami sadar dengan apa yang dialami Dani bukan hal yang normal. Dia biasanya finis di 3-4 besar,” ucap Project Manager Michelin di MotoGP Piero Taramasso. (jpg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.