Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Motif Pembunuhan di Jalan Gunung Loli karena Cemburu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pelaku pembunuhan yang terjadi di Jalan Gunung Loli, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur saat berada di Polres Palu. (Foto: Wahono)

PALU- Kepolisian Resor Palu menggelar press release terkait keberhasilan Polres Palu menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di Jalan Gunung Loli, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Sabtu (3/6), di Polres Palu.

Kapolres Palu AKBP Christ R Pusung SIK mengatakan bahwa sebelumnya pelaku dengan korban sempat cekcok. Kemudian, pelaku yang diketahui bernama Ipin Manggarai (33), menikam korban yang tak lain adalah istrinya, Sumiati (40), dengan menggunakan sebuah parang yang dipegangnya ke arah badan korban. Posisi yang sudah terlentang di lantai kamar hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Dalam hubungan korban dan pelaku masih dalam status nikah siri. Sebab, kami belum mendapatkan buku yang menguatkan mereka telah menikah, sehingga kita pastikan hubungan masih nikah siri,” ungkapnya.

Kata Kapolres, motif pelaku karena sakit hati (cemburu). Dia  beranggapan bahwa istrinya sudah dinikahkan dengan laki-laki lain. Itu dilihatnya dari tingkah laku korban yang sudah berubah. Yakni, jika tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan.

“Informasinya juga bahwa pelaku juga meminta rokok kepada korban, akan tetapi tidak diberikan, dan didasari dengan kecemburuan. Di mana keterangan pelaku, dirinya mendengar istrinya akan dinikahkan kembali dengan laki-laki lain. Di situlah mengalami percekcokan dan pelaku melakukan penikaman sebanyak 29 tusukan dari hasil visum korban,” kata Christ.

Anggota Polres Palu berhasil mengamankan barang bukti yakni sebilah parang.

Pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 Tahun. “Untuk sementara pasal KDRT kami belum tetapkan kepada pelaku, karena harus ada ikatan keluarga. Karena kami baru mendapatkan keterangan bahwa mereka masih menikah siri, sehingga untuk menunggu bukti itu kami kenakan dulu pasal 338 KUHP,” kata mantan Kapolres Tolitoli ini.

Saat anggota Polres Palu mendatangi TKP yang dipimpin langsung oleh Kanit Krimum Ipda Fahat SIK, anggota melakukan tindakan tegas dengan melakukan penembakan terhadap pelaku. Karena pada saat akan diamankan, pelaku tidak mau melepaskan parangnya.

”Jadi saat anggota polisi ke TKP masih menemukan pelaku yang masih berada di sekitaran TKP. Kemudian anggota sudah meminta untuk menyerahkan diri. Akan tetapi pelaku masih berupaya lari dengan memegang sebuah parang, dan ada terindikasi akan melakukan penyerangan kepada masyarakat sekitar. Sehingga kami melakukan tindakan tegas dengan penembakan pelumpuhan yang diawali dengan penembakan peringatan,” urai Christ.

Saat ini pelaku sedang diamankan di Polres Palu untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Sementara saksi Korban juga diperiksa untuk dimintai keterangan guna proses penyidikan lebih lanjut oleh Sat Reskrim Polres Palu.

“Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut dan akan diproses sesuai dengan hukum serta perundang-undangan yang berlaku,” tegas Kapolres.

Sementara pelaku Ipin Manggarai saat dimintai keterangan mengatakan tidak menyesal. Dia menyatakan dengan kejadian ini dia tinggal dijalani saja. “Tidak nyesal, dan jalani saja apa yang sudah terjadi,” ungkapnya, kepada Wartawan. (cr3)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.