Modus Motor Murah, Anggota Satpol PP Donggala Tertipu

- Periklanan -

TERTIPU : Inilah salah satu motor milik korban penipuan harga motor murah. (Foto:Ujang SUganda)

DONGGALA – Siapa yang tak tergiur ketika diiming-imingi motor dengan harga yang murah. Hal itu lah yang terjadi di Kabupaten Donggala. Dari data yang dihimpun, sedikitnya ada empat PNS di Kabupaten Donggala yang tertipu dengan modus motor murah.

Beberapa korbannya merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Donggala. Salah satunya Firman. Dia mengungkapkan, awalnya dirinya ditawarkan sebuah sepeda motor dengan harga sangat murah oleh salah seorang rekannya yang juga anggota Satpol PP bernama Anjas. Mendapat tawaran dengan harga murah, Firman pun tergiur dan menyepakatinya.

“Pada waktu itu saya ditawarkan harga motor Jupiter Z dengan harga Rp12 juta. Harga itu terbilang sangat murah karena selisih beberapa juta dari harga normalnya,” ungkapnya.

Setelah menyepakati tawaran dari priaberinisal An, dirinya pun menandatangani berkas sekaligus kuitansi pembayaran motor dengan lunas sebesar Rp12 juta tersebut. Hanya berselang satu hari tepatnya bulan November 2016, motor yang diinginkan Firman akhirnya sampai ke  tangannya dengan kondisi masih baru terbungkus plastik.

Tentu saja kata Firman, dirinya sangat senang bisa membeli motor dengan harga yang terbilang sangat murah tersebut. “Katanya pada waktu sedang ada promo besar-besaran dealer Yamaha, maka saya tertarik untuk membeli motor,” ujarnya.

Namun permasalahan timbul setelah dua bulan pengambilan motor tepatnya pada bulan Januari 2017. Tiba-tiba pihak leasing dari BAF menelpon untuk memberitahukan bahwa motor miliknya sudah menunggak selama dua bulan.

Firman pun kaget, padahal motor miliknya tersebut di bayar lunas kepada An. Menurut Firman, dirinya pun langsung menelpon An untuk mempertanyakan persoalan tersebut. “Tapi jawabannya, saya di suruh tenang saja, karena dia sudah atur. Setelah itu memang sudah tidak ada lagi pihak leasing menelpon,” tuturnya.

Namun pada akhir bulan Februari 2017, kata Firman, dirinya kembali ditelpon oleh pihak leasing dengan pemberitahuan yang sama bahwa dirinya menunggak.

“Jadi saya telpon lagi An, tapi nomornya tidak aktif. Kemudian saya cari di kantor dan ternyata tidak masuk. Akhirnya saya datang ke rumahnya dan bertemu dengan An, tapi dia bilang orang yang menyuruhnya telah ditangkap Polisi,” kata Firman menirukan pernyataan An.

Akibatnya Firman kebingungan. Motor yang diidam-idamkan ternyata bermasalah dan dirinya merasa tertipu. Menurut Firman, dirinya sempat menelusuri persoalan tersebut ke dealer tempat pengambilan motor. Namun Firman justru diarahkan ke pihak leasing. Setelah bertemu dengan pihak leasing, ternyata uang sebesar Rp12 yang diberikannya kepada An itu hanya disetorkan ke dealer sebesar Rp4 juta. “Ternyata motor ini sebenarnya tidak dibayarkan secara tunai, melainkan di cicil,” serunya.

- Periklanan -

Hal itu juga dibenarkan oleh korban lainnya bernama Arifin. Menurut Arifin, dirinya juga mengambil satu unit motor jenis Yamaha Vega dengan harga Rp9 juta. Permasalahan yang timbul pun sama. Arifin juga ditelpon oleh phak lising dari Adira. “Saya kaget karena ditelpon lising kalau saya menunggak dua bulan, padahal saya bayar motor ini dengan lunas,” tuturnya.

Arifin pun langsung naik pitam. Dirinya langsung pergi mencari An di kediamannya dan bertemu langsung. Kata Arifin, An mengakui perbuatannya dan berjanji akan melunasi motor miliknya.

“Tapi saya tidak langsung percaya, jadi saya suruh dia buat pernyataan hitam di atas putih disertai materai 6000. Tapi sampai sekarang janji itu tidak ditepati padahal dia minta diberi waktu selama satu pekan,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, Arifin menyampaikannya kepada beberapa rekan-rekannya. Arifin pun kaget ketika mengetahui bahwa rekannya juga mengalami kejadian yang sama salah satunya adalah Firman. Ditelusuri lebih lanjut, ternyata masih ada lagi rekan Satpol PP yang juga tertipu.

“Kami di Satpol PP ada empat orang yang tertipu, saya tidak tahu lagi kalau di tempat lain. Kami pun juga akan melaporkannya ke Polda Sulteng,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bahwa tidak hanya di Donggala saja korban penipuan motor harga murah ini. Di Kota Palu sendiri ada puluhan korban pula informasinya.

Dikonfrimasi terkait kasus ini, Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto membenarkan adanya laporan penipuan dengan modus sepeda motor harga murah ini. “Benar, sedang ditangani Ditreskrimum Polda Sulteng. Tersangkanya juga ada dua orang berinisial Fa dan Ks,” ungkap Hari.

Hari juga mengaku belum mengetahui jika korban dari penipuan ini berjumlah hingga puluhan orang. Sebab, kata dia, laporan resmi yang masuk ke Polda Sulteng baru sekitar 5 laporan polisi (LP). “Jadi LP yang masuk sejak tanggal 4 Februari hingga 20 Februari baru 5 pelapor,” kata Hari.

Dia pun membenarkan, jika modus dari para tersangka ini, mengiming-imingi para korbannya dengan sepeda motor lebih murah dari yang dijual diler. Para korban yang memang tertarik, langsung memberikan sejumlah uang yang diminta tersangka. Namun ternyata, sepeda motor yang diberikan tersebut merupakan sepeda motor yang dikredit dari salah satu leasing.

“Para korban baru tahu ketika datang orang leasing menagih dan menyatakan bahwa sepeda motor itu dikredit di leasing,” sebutnya.

Hari sendiri mengaku tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dari kasus ini. Penyidik Subdit III Ditreskrimum kata dia, masih terus mendalami dan mencari korban lain dalam kasus ini.

“Kami meminta masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melaporkan kasus ini ke Polda Sulteng,” tuturnya. (ujs/agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.