Mitigasi Bencana di Palu Harus Diubah

- Periklanan -

FOTO: DOK WEB CIKASDA SULTENG
Saliman Simanjuntak

PALU- Munculnya lumpur di beberapa titik di Kota Palu pasca gempa perlu menjadi perhatian dan penilitian para ahli. Karena bisa jadi titik tersebut telah terjadi retakan pada lapisan kedap air (confined aquifer).
Ini diungkapkan Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah, Ir Saliman Simanjuntak, kepada Radar Sulteng, Jumat (7/12). Ia juga sudah meminta para peneliti dari Jepang dan Amerika dan sementara dalam proses penilitian.

Kata Saliman, merujuk pada hipotesanya yang dibenarkan JICA berdasarkan kajian dan hasil analisis fakta lapangan, tentang proses terjadinya likuifaksi di Balaroa, Petobo, dan Jono Oge. Dimana ditemukan penyebab likuifaksi karena pecahnya confined aquifer dan mendorong lapisan di atasnya, sehingga membentuk rongga yang kemudian tanah di atas jatuh mengisi rongga, yang menyebabkan terjadi pembelenderan.

‘’Saya mohon maaf, bukan bermaksud menimbulkan ketakutan di masyarakat. Tapi ini penting saya ungkapkan dan meminta agar peneliti segera melakukan kajian. Karena bukan tidak mungkin bermula dari retakan confined aquifer ini akan berbuara pada bencana likuifaksi,’’ terang Saliman.

Gempa 7,4 SR yang mengguncang Sulteng 28 September lalu memunculkan semburan lumpur. Meskipun kecil-kecil namun dinilai bisa ancaman dikemudian hari. Ada 3 titik di kantor Dinas Cipta Karya Sulteng, di kantor Bappeda dan Rumah Jabatan Gubernur Siranindi Jalan Moh. Yamin serta titik lain yang mungkin belum diketahui titiknya.

“Ada dua kemungkinan penyebabnya keluar lumpur-lumpur ini. Apakah uncofined aquifer yang digoyang (gempa) sampai ke atas ataukah confined aquifer (lapisan kedap air) yang retak dan mengeluarkan lumpur ke atas tapi belum memblender,” jelas Saliman.

Inilah yang perlu kajian lanjut guna menghindari bencana mengingat daerah ini merupakan daerah gempa yang setiap saat bisa terjadi. Dikuatirkan confined aquifer tersebut pecah dan bisa terjadi pembelenderan seperti di Balaroa, Petobo dan Jono Oge.

- Periklanan -

“Apa yang terjadi gempa sedikit di bawah 7,4, yang retak itu bisa pecah. Nah kalau itu pecah, maka penyesalan yang terjadi. Tapi mudah-mudahan apa yang saya bayangkan tidak terjadi,” harapnya.

Untuk itu dirinya menyarankan, pertama para ahli harus betul-betul konsentrasi melihat delinasi atau batas-batas dimana confined aquifer dibawah kita. Karena tidak semua wilayah mempunyai confined aquifer. Hanya wilayah tertentu saja dan perlu pembatasan untuk keperluan mitigasi.

“Supaya mitigasi di rubah. Mitigasi selama ini kan kalau ada gempa larilah ke bawah meja atau lari ke tempat terbuka. Itu tidak berlaku di Palu. Kalau lari ditempat terbuka di Balaroa, disitulah orang di telan, karena dipicu pecahnya confined aquifer tadi,” tegasnya.

Pentingnya mengetahui titik delinasi confined aquifer, untuk kemudian disosialisasikan kepada masyarakat. Ketika terjadi gempa orang akan mengetahui dimana titik aman yang tidak ada confined aquifer.

“Disitulah orang lari ke tempat yang tidak ada confined aquifer nya,” jelas Saliman.
Dengan ditetapkannya batas-batas tadi lanjut Saliman kedepan pemerintah bisa merancang bagaimana mitigasi yang baik, khususnya di Kota Palu. Meskipun daerah lain tidak tapi khusus kota Palu menurutnya perlu dilakukan pemetaan batas confined aquifer.

“Di situlah kita akan menyelamatkan, saudara-saudara kita, anak anak kita kelak walaupun gempa akan terjadi sepuluh atau berapa tahun lagi. Siapa yang bisa memprediksi gempa kapan akan terjadi lagi, itulah saya mau ini dilakukan agar kita bisa menghindari jatuhnya korban dengan mitigasi yang terbaik,” ungkapnya.

Diungkapkan keinginan tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Longki Djanggola dan mendapat respons positif. Bahkan kepada para peneliti baik dari Jepang maupun Amerika juga menurut Saliman telah melakukan penelitian.

“Bapak gubernur sangat merespons dan menanggapi positif hal ini. Dan peneliti-peneliti itu saya sampaikan dan mereka sangat antusias, mereka sudah meneliti itu,” tandasnya.(awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.