Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

MIT Masih Jadi Ancaman

Miliki Jejaring dan Bekerjasama dengan JAD

JAKARTA – Kelompok teroris Mujahid Indonesia Timur (MIT) terus mencoba bertahan. Kendati sudah bertahun-tahun dikejar hingga hanya tersisa segelintir orang, namun kelompok ini ternyata masih berupaya untuk tumbuh. Salah satu caranya bekerjasama dengan Jamaah Asharut Daulah (JAD).

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, memang MIT yang dikejar Polri dan TNI masih berupaya melakukan aksi teror. Hal tersebut terungkap dari penangkapan terhadap lima anggota JAD beberapa waktu lalu. ”Lima orang itu inisialnya MR, AA, W, IL dan A alias Anto, ditangkap di Morowali,” tuturnya.

Dari ketiganya diketahui bahwa sedang ada upaya untuk mencari modal untuk bisa bergabung dengan MIT. Salah satu caranya dengan melakukan pencurian kendaraan bermotor. ”Hasilnya untuk modal bergabung dengan MIT dan melakukan aksi teror,” jelasnya.

Belum diketahui secara detil, bagaimana caranya dan lokasi penentuan, kelima orang ini bergabung dengan MIT. Cara komunikasinya juga sedang diselidiki. ”Karena MIT dalam pengejaran di hutan, bagaimana caranya berkomunikasi ini yang kita harus dalami,” urainya.

Untuk rencana aksi teror, dia mengatakan bahwa targetnya kemungkinan besar merupakan kantor kepolisian. Bukan secara individu, namun yang diserang institusi. ”Siapapun, asal polisi,” papar mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut.

Dia mengatakan, dengan ini MIT memang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Kelompok yang awalnya dipimpin Santoso ini masih memiliki jejaring untuk bisa menumbuhkan selnya. ”Padahal, ruang geraknya sudah sangat terbatas,” ungkapnya.

Polri akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah kelompo MIT melakukan aksi teror terhadap warga di Poso. Namun begitu, tentu dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk membantu kepolisian. ”Laporkan bia melihat kelompok ini,” paparnya.

Perlu diketahui, MIT sudah hampir empat tahun dikejar TNI dan Polri. Kendati pimpinan utamanya, Santoso telah tewas dalam pengejaran. Ternyata, kelompok ini masih terus melawan dan mencoba mengembangkan anggotanya.

Mereka masih memilik sejumlah senjata laras panjang. Belum diketahui dengan pasti, dari mana pasokan amunisi kelompok tersebut. Berulang kali pemasok logistik kelompok ini tertangkap, namun mereka masih bisa bertahan. (idr/jpg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.