Miris, Mobil Damkar Tolitoli Seluruhnya Rusak, Bupati Beli Mobil Dinas Baru

- Periklanan -

TIDAK BERFUNGSI : Nampak kondisi kerusakan Mobil Damkar yang sangat parah sehingga tidak dapat digunakan, ketika ditunjukan oleh Kabid Pemadam Kebakaran Mansir Abbas.(Foto:Yuslih Anwar)

TOLITOLI – Jika sewaktu-waktu terjadi musibah kebakaran di wilayah Tolitoli, Satuan Pemadam Kebakaran ( Damkar) mengaku tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya, dari tiga unit mobil Damkar yang ada, tak satupun bisa difungsikan karena dalam kondisi rusak.

“Ada tiga unit mobil Damkar, tapi tidak cukup satu. Dua unit sudah sangat tua dan satunya lagi rusak berat akibat kecelakaan. Semua tak bisa berfungsi,” jelas Kabid Pemadam Kebakaran Sat Pol PP Tolitoli, Mansir Abbas SE saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/3)

Menurutnya jika sewaktu-waktu terjadi musibah kebakaran, pihaknya hanya dapat mengandalkan alkon untuk memadamkan api, itupun kalau ada sumber air di sekitar lokasi kebakaran. “Kalau tidak ada sumber air, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kalaupun datang takutnya hanya menjadi bahan cemooh masyarakat,” ujarnya.

- Periklanan -

Dia mengaku, saat ini pihaknya hanya dapat melaksanakan tugas seperti biasa, tetap melakukan penjagaan 1×24 jam, namun jika terjadi kebakaran, hanya melakukan pemantauan lokasi. Jika ada sumber air, dapat melakukan upaya pemadaman, namun jika tidak ada, laporan terpaksa diabaikan. Mansir mengungkapkan, pihaknya telah meminta Pemkab untuk memperbaiki satu unit mobil Damkar yang rusak akibat kecelakaan, namun tidak mendapat respon positif untuk menyahuti permohonan tersebut. “Sudah, kami sudah melayangkan surat permohonan, tapi belum mendapat tanggapan,” imbuhnya.

Dikatakannya, biaya perbaikan satu-satunya mobil Damkar yang selama ini digunakan tersebut sebesar Rp. 600.000.000. Pihak ketiga menjemput dari Tolitoli dibawa ke Bogor kemudian setelah baik dikembalikan lagi. Namun karena tidak mendapatkan dukungan anggaran mobil tersebut hanya dibiarkan terdiam di parkiran mobil Sat Damkar.

Mansir menjelaskan, upaya pihaknya untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana alat kelengkapan Pemadam khususnya mobil Damkar sudah dilakukan. Kini pihaknya hanya berharap dari proposal bantuan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar dapat mengucurkan DAK untuk pembelian mobil. “Kami sudah layangkan permohonan ke Kemendagri. Dan hanya bisa berharap dapat bantuan dari pusat,” katanya.

Terkait masalah sarana Damkar yang sangat dibutuhkan masyarakat tersebut, Direktur LSM Bumi Bakti, Ahmad Pombang mengatakan, Pemkab Tolitoli sama sekali hanya memperhatikan fasilitas kesejahteraan pejabatanya saja, ketimbang memiliki kepekaan atas kebutuhan urgen masyarakat. “Mereka ini khususnya bupati dan wakil bupati, hanya memikirkan kebutuhan pribadinya saja. Ini dibuktikan dengan pembelian dua unit mobil dinas baru,” katanya.

Padahal menurut Ahmad, jika Pemkab memiliki niat baik dalam membangun dan memperhatikan kebutuhan masyarakat, seharus hasrat untuk memiliki mobil dinas baru harus dipending dulu, sebelum terlebih dahulu membeli mobil Damkar yang menjadi kebutuhan sangat urgen demi kepentingan masyarakat banyak. “Kalau sewaktu-waktu terjadi kebakaran, dan mudahan rumah pejabat, siram saja pake mobil sedan yang baru dibeli atau mobil alpard. Pembelian mobil dinas kan lebih penting menurut mereka,” tandas Ahmad. (yus)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.