Miras Diduga Dioplos Para Korban

Dugaan Bos Miras Merek Benteng dan Topi Raja

- Periklanan -

PALU – Produsen Minuman Keras (Miras) merek Benteng dan Topi Raja, akhirnya angkat suara, terkait produk Miras mereka yang dijadikan barang bukti dalam kasus Miras yang menewaskan belasan warga. Pihak perusahaan, dalam hal ini PT Sinar Abadi, mengkalaim, kandungan dalam Miras yang mereka produksi aman untuk dikonsumsi.
Owner sekaligus Pimpinan PT Sinar Abadi, Tyson menduga, kasus kematian belasan warga tersebut, terjadi karena para korban mengonsumsi Miras produksinya dengan campuran kandungan-kandungan lain di luar Miras tersebut alias telah dioplos. “Saya menduga sudah ada campuran lain, yang mereka oplos ke dalam minuman keras buatan produk kami,” ungkapnya kepada Radar Sulteng, Selasa (8/1) lalu.
Dugaan dari pemilik pabrik, campuran yang telah dicampur di dalam merek Miras buatan PT Sinar Abadi yakni adanya campuran spirtus dan obat tablet. “Dua kali sudah saya utus orang untuk mencari tahu penyebab kematian, dan hasilnya sementara diduga ada campuran saat meminum minuman keras tadi, baik dengan campuran spirtus maupun dengan obat tablet,” sebutnya.
Kemudian, hingga sampai saat ini juga pemilik dari PT Sinar Abadi, masih tetap mencari kepastian atas sebab dari kematian belasan korban yang meninggal, akibat meminum-minuman keras dari produk merek PT Sinar Abadi. “Tetap juga kita selalu mencari tahu dengan pasti sebab dari meninggalnya sejumlah korban tadi,” tuturnya.
Tyson pun menambahkan, pihaknya juga kooperatif ketika diminta polisi memberikan keterangan. Bahkan sejumlah satuan, seperti Polsek Palu Selatan, Polres Palu hingga Polda Sulteng, telah beberapa kali mendatangi pabriknya untuk melakukan pemeriksaan sekaitan kasus tersebut. “Kalau saya sudah dua kali menjadi saksi terkait dengan kasus ini, dan untuk pihak kepolisian sendiri sering sudah mendatangi pabrik saya, untuk mencari petunjuk pasti kasus ini,” bebernya.
Menurut Tyson, untuk produksi Minuman Keras dengan salah satu merek yang sudah dipasarkan oleh PT Sinar Abadi, dalam satu bulan bisa mencapai 300 botol lebih. “Kita juga produksi Miras sesuai dengan pesanan dari pelanggan,” katanya.
Sementara itu, penyidik Sat Reskrim Polres Palu masih menunggu hasil dari laboratorium forensik (Labfor) Makassar, sekaitan kasus ini. Meski sudah ada hasil uji laboroatorium pula dari Balai POM Palu terkait sample Miras tersebut. Hal ini diungkapkan Waka Polres Palu Basrum yang didampingi Paur Subbag Humas, I Kadek Aruna. Ia mengatakan, sebelumnya pihaknya bersama dr Asrawati Azis, Sp dan enam orang timnya dari RSUD Luwuk, selaku dokter forensik telah melakukan otopsi jenazah korban miras. “Belum ada hasilnya, kalau sudah ada pasti akan kami sampaikan,” jelas Waka Polres kepada media ini.
Dia menjelaskan, pihak dokter melakukan otopsi terhadap satu jenazah yang berinisial BB, dimana sudah dimakamkan di Pekuburan Kristen yang ada di Desa Bora, Kabupaten Sigi. Pengambilan Sempel jenazah itu sudah dilakukan pada Rabu (2/1) sekitar pukul 10.00 wita, dengan didampingi dari Unit Krimsus Sat Reskrim Polres Palu beserta keluarga korban.
“Sebenarnya kami mau mengotopsi beberapa korban, tetapi tidak diberikan ijin oleh pihak keluarga. Jadi cuman satu ini saja yang diizinkan,” terangnya.
Kegiatan otopsi lanjut Waka Polres dilaksanakan untuk mencari fakta-fakta kematian secara ilmiah. Adapun sampel hasil dari otopsi sudah dikirim untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik Makassar pada Kamis (3/1). “Sementara saat ini giat penyidikan tetap berjalan sambil menunggu hasil pemeriksaan di laboratorium forensik Makassar,” pungkasnya. (zal/ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.