Minta Perda Penggaraman Talise sebagai Kawasan Wisata Dicabut

- Periklanan -

Ilustrasi penggaraman talise Palu. (@bmzIMAGES)

PALU – Bapperda akan mendorong Pemkot untuk mencabut salah satu pasal dalam Perda Kota Palu nomor 16 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Yang diminta oleh dewan untuk dicabut, adalah aturan tentang peruntukan  lokasi Penggaraman Talise  sebagai kawasan wisata. Hal ini disampaikan Ketua Bapperda Muhammad Rum SH MH Jumat Kemarin (28/4).

Menurut Rum, pencabutan pasal tersebut untuk mengakomodir aspirasi Petani Garam  Talise yang baru-baru telah menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kota Palu.

- Periklanan -

Dikatakan Rum, dari aspirasi yang disampaikan ke dewan, selama lokasi itu untuk pariwisata, mau tak mau para petani harus mempertahankan lokasi penggaraman.

“Padahal lokasi penggaraman itu ibarat hidup segan mati tak mau, menurut pengakuan mereka hasil penjualan garam tidak lagi lagi menjanjikan. Harga malah merugikan petani garam,” kata Rum.

Apalagi kata dia lokasi penggaraman terus tergerus oleh pembangunan yang ada di Palu. “Apalagi di depan lokasi penggaraman sudah ada ruko yang limbahnya juga mencemari kawasan penggaraman sehingga produksi tidak seperti dulu lagi,” ujar Rum.

Sementara Wakil Ketua Bapperda Ridwan Alimuda, permintaan petani garam supaya lokasi penggaraman dari RTRW bisa diakomodir oleh Pemkot.

“Jika kawasan itu tidak lagi menjadi kawasan wisata, maka petani garam yang menentukan akan mereka apakah lokasi tersebut,” demikian Ridwan Alimuda.(zai)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.