Meteran Listrik Diputus, Warga Mendui Mengamuk

- Periklanan -

Suasana PLN Rayon Bungku, usai seorang warga mengamuk pada Senin (13/3). (Foto:Moh.Faisal)

MOROWALI –Seorang warga Kelurahan Mendui,  Kecamatan Bungku Tengah,  Kabupaten Morowali bernama Hamadong pada Senin (13/3) mendatangi PLN Rayon Bungku dengan wajah kurang sejuk.

Warga itu mengamuk di Kantor PLN Rayon Bungku dikarenakan,  meteran listrik yang terpasang di rumahnya tiba-tiba diputus tanpa sepengetahuannya.

Pantauan koran ini di Tempat Kejadian Perkara,  Hamadong mengeluarkan kata-kata kurang nyaman kepada pelayanan yang dilakukan pegawai PLN Rayon Bungku.  Sebab,  dirinya kaget sesampai di rumah listrik tidak berfungsi.

- Periklanan -

“Saya akui saya salah,  karena menunggak tiga bulan.  Tapi,  caranya PLN yang saya tidak suka putus meteran tanpa koordinasi dengan saya, “kesal Dong sapaan akrabnya di PLN Rayon Bungku.

Dia berharap,  agar pihak PLN Rayon Bungku melakukan koordinasi kepada pelanggannya jika hendak memutuskan meteran listrik.  Sebab,  cara pegawai PLN Rayon Bungku dalam memusut meteran listrik dianggap Dong tidak sangat manusiawi.

“Saat meteran listrik di rumahku diputus,  saya tidak ada.  Tapi kan,  ada warga didekat rumah saya dan minta nomor saya baru telfon saya.  Saya memang salah sudah telat bayar listrik,  tapi caranya yang saya tidak suka,”tegasnya.

Dikonfirmasi terkait keluhan pelanggannya itu,  kepala Kepala PLN Rayon Bungku Waluyo mengatakan dirinya akan memperbaiki pelayanan yang dilakukan pegawainya.

“Secara aturan kami sudah benar,  karena dalam aturan jika pelanggan telat bayar listrik selama tiga bulan lamanya maka meteran akan diputus dan diganti dengan meteran memakai pulsa listrik.  Namun,  keluhan pelanggan (Dong, red) untuk menegur pegawainya secara teknis akan saya perbaiki, “ungkapnya. (fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.