Mesin Rusak, Enam ABK Diduga Terbawa Arus di Paranggi

- Periklanan -

DERMAGA PARANGGI : Dermaga Desa Paranggi yang menjadi pangkalan KM Rahmat. (Foto: iwan rusman)

PARIMO – Akibat mesin kapal penangkap Ikan KM Rahmat mengalami kerusakan, enam Anak Buah Kapal (ABK) di Desa Paranggi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parimo diduga hilang terbawa arus. Keenam ABK tersebut adalah Iful (40) warga Desa Paranggi, Yandi (20) Paranggi, Lun (35) asal Paranggi, Ruslan (50) warga Tomoli, Dilo (45) warga Desa Towera, Kecamatan Siniu dan Kur (40) warga Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pada Jumat (3/3) kemarin, keenam ABK tersebut dikabarkan hilang sejak Kamis (2/3) malam. Sebab sekitar pukul 20.00 Wita, Kamis (2/3) salah seorang ABK sempat berkomunikasi menggunakan Handpone dengan pemilik kapal, Hj Liana (35) warga Desa Paranggi.

- Periklanan -

Akan tetapi, tidak berselang lama setelah kembali dihubungi untuk mencari tahu posisi, handpone salah seorang SBK sudah tidak bisa dihubungi. “Mesin mereka tidak bisa hidup, karena pukul 20.00 Wita, kami masih berkomunikasi. Tapi setelah itu sudah tidak bisa dihubungi,” ujar Hj Liana, pemilik kapal.

Menurut Hj Liana, posisi kapal tersebut berada di salah satu rumpon depan perairan Desa Lemo, Kecamatan Ampibabo. Jarak tempuh dari pesisir pantai, di perkirakan satu jam lebih. “Kami sudah menghubungi pihak Basarnas dan sementara melakukan pencarian,” tuturnya.

Sampai pada pukul 15.30 Wita Jumat kemarin, proses pencarian oleh pihak Basarnas yang dibantu warga nelayan masih terus dilakukan. Sedangkan Pos Angkatan Laut (AL) Parimo, terus melakukan koordinasi. Terkait dengan peristiwa tersebut pemilik kapal dan pihak keluarga berharap agar keenam orang ABK itu segera ditemukan.  (Iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.