Merugi, Poso City Mall Kurangi Tenaga Kerja

- Periklanan -

Poso City Mall (Foto: Budiyanto Wiharto)

POSO- Poso City Mall (PCM) telah memberhentikan sekitar 20 orang tenaga kerjanya untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Pengurangan tenaga kerja dilakukan karena tidak imbangnya antara pendapatan dengan pengeluaran yang ada.

“Subsidi operasional kita besar tapi pendapatan yang masuk masing sangat minim. Dengan terpaksa maka kita lakukan pengurangan tenaga kerja,” kata manajer PCM, Khaerudin, Senin (13/2). Pengurangan tenaga kerja ini baru terjadi di bisnis hypermart. Tapi demikian tidak menutup kemungkinan terjadi di Borobudur dan yang lainnya.

Menurut Khaerudin, sejak dibuka November 2016 lalu pendapatan PCM belum stabil, bahkan cenderung terus menurun. Padahal jumlah subsidi yang harus dikeluarkan PCM perbulan sebesar Rp 350 juta. Subsidi meliputi seluruh operasional PCM termasuk gaji karyawan.

- Periklanan -

“Target pendapatan kita perhari 150 juta. Tapi pencapaiannya belum sampai situ,” sebutnya.

Pendapatan PCM terbaik tercatat hanya pada November 2016. Sementara pendapatan pada Desember 2016 dan masuk Januari 2017 turun.

“Bahkan pernah hanya mencapai 70 juta saja perhari,” tukas Khaerudin.

Kendati sudah 20 orang di berhentikan, Kaerudin tidak menjamin tenaga kerja yang ada sekarang akan tetap aman. Mengingat sampai sekarang aktifitas belanja di PCM masih tergolong sepi.

“Kalau biaya operasional yang keluar tidak imbang dengan pendapatan yang masuk maka tentu akan ada pengurangan tenaga kerja lagi,” tutup Khaerudin. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.