alexametrics Meretas Kemiskinan, Balai Nipotowe Jadikan Eco Print Inovasi Usaha Disabilitas – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Meretas Kemiskinan, Balai Nipotowe Jadikan Eco Print Inovasi Usaha Disabilitas

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Kondisi disabilitas intelektual yang down syndrome, grahita dan lambat belajar sudah tentu sulit bagi mereka mengakses pendidikan yang lebih tinggi,  terlebih mendapatkan pekerjaan. Dampaknya, lingkaran kemiskinan semakin enggan terputus dari Disabilitas Intelektual akibat kurangnya akses mendapatkan keterampilan dan dukungan yang diperoleh disabilitas intelektual.

Menyadari keterbatasan dan diskriminasi yang dialami disabilitas intelektual mendorong Balai Disabilitas Nipotowe di Palu, sebagai unit Kementerian Sosial RI, terus berinovasi memberikan terapi agar disabilitas intelektual berdaya dan mampu menghidupi dirinya dan keluarga.

Masih pada bulan yang sama, Balai Disabilitas “Nipotowe” di Palu lagi-lagi berinovasi mengembangkan  kewirausahaan Ecoprint bagi disabilitas intelektual, setelah sebelumnya memberikan pelatihan kewirausahaan terapi Daur Ulang Kertas.

Ecoprint berasal dari kata Eco / ekosistem (alam) dan print yang artinya mencetak. Ecoprint merupakan seni/tehnik memindahkan tanin daun / bunga ke permukaan kain atau kertas.

“Ecoprint ini menjadi solusi bagi mereka agar disabilitas intelektual bisa mandiri dan mendapatkan penghasilan yang layak karena kualitasnya bagus” ujar Syaiful dalam rilis yang diterima Radar Sulteng.

Bagi kalangan ekonomi menengah ke atas dan dunia fashion, ecoprint sangat diminati karena keunikan kain motifnya dan proses produksi yang ramah lingkungan. Tak heran bahwa hasil ecoprint saat ini sangat ekslusif dan harganya mahal.

“Tentunya dimana ada kualitas, ada harganya, dan ini yang akan mendorong perekonomian disabilitas intelektual, agar terlepas dari lingkaran kemiskinan,” jelas Syaiful.

Syaiful Samad antusias melihat hasil pelatihan ecoprint yang dilaksanakan di Balai Nipotowe selama 2 hari (9-10 Februari 2021), bahkan sudah menunjukkan kualitas yang layak dipasarkan. Dia berencana eco print ini akan menjadi ikon usaha disabilitas intelektual di Sulawesi Tengah.

“Eco print ini kita laksanakan karena bahannya mudah didapatkan, mudah dilakukan dan  ramah lingkungan. Karena itu, Eco print ini akan menjadi ikon usaha disabilitas intelektual di Sulawesi Tengah, ” ujar Syaiful.

Arini Soewarli sebagai narasumber pelatihan Eco Print,  yang juga sehari-hari bergelut dalam dunia Healthy Food Product, serta aktivis pemberdayaan dan anti diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS,  mengaku sangat terkejut melihat hasil karya ecoprint yang dibuat oleh peserta yang dilatihnya di Balai Nipotowe di Palu.

“Ada 30 orang peserta yang dilatih dan semuanya antusias belajar. Saya puas melihat hasil karya eco print yang dibuat peserta,” kata Arini.

Arini Soewarly menerangkan bahwa Ecoprint ini dibuat dengan mencetak dengan bahan-bahan yang terdapat dari alam sekitar. Bahan-bahan yang digunakan berupa dedaunan, bunga, batang bahkan ranting, yang banyak terdapat di lingkungan sekitar disabilitas. Prosesnya juga tidak sulit dilakukan oleh disabilitas intelektual.

“Proses produksi eco print sangat mudah, dan sederhana karena dibuat dengan cara mencetak dengan bahan-bahan yang terdapat di alam sekitar, sehingga mampu dilaksanakan oleh disabilitas intelektual,” jelas Arini Soewarli.

Dia juga mengatakan bahwa Eco print dapat mendongkrak perekonomian disabilitas intelektual karena kain eco print mahal harganya.

“Hasil eco print itu harganya ratusan ribu, bahkan ada yang jutaan, karena teknik pewarnaan dan motifnya menciptakan visual yang unik dan menarik,”kata Arini.

“Selain nilai jualnya yang mahal, ecoprint tidak menimbulkan permasalahan lainnya, dan tidak mewarisi pencemaran lingkungan,” tambah Arini Soewarli.

Arini Soewarly yang awalnya menjadikan ecoprint sebagai hobi namun justru akhirnya berpengalaman dalam mengetahui jenis-jenis tanaman dan daun yang memiliki tunning yang kuat untuk digunakan sebagai bahan eco print. Melalui keahliannya tersebut, Arini Soewarly banyak membantu orang-orang yang sering mengalami diskriminasi dalam mendapatkan pekerjaan melalui kegiatan pemberdayaan ecoprint.

“Saya berharap disabilitas intelektual mampu melewati stigma dan diskriminasi melalui kewirausahaan eco print ini, karena itulah alasan saya mau datang melatih,” harap Arini.
Dia juga mendorong peserta terus bereksplorasi dengan bahan-bahan alam di sekitar tanpa mendatangkan bahan dari luar daerah. (*/lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.